Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tuntutan Demo Grahadi Hari Ini, Tolak MBG-Cabut UU Polri

Tuntutan Demo Grahadi Hari Ini, Tolak MBG-Cabut UU Polri
Aksi kamisan ke-828 di depan Gedung Grahadi, Kamis, 22 Agustus 2024. (IDN Times/Myesha Fatina)
Intinya Sih
  • Masyarakat sipil Surabaya menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap membebani APBN.
  • Para demonstran juga mendesak pemerintah menurunkan harga BBM, menstabilkan nilai tukar rupiah, serta menghentikan eksploitasi alam sebagai bagian dari tuntutan ekonomi dan lingkungan.
  • Massa meminta pencabutan UU Polri dan UU TNI yang dinilai disahkan secara tergesa serta memberi peluang bagi aparat militer dan kepolisian menduduki jabatan sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Sejumlah masyarakat sipil menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi hari ini, Senin (15/6/2026). Aksi tersebut menuntut pemerintah untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga mencabut Undang -Undang Polisi Republik Indonesia (UU Polri)

Aksi di depan Grahadi sore ini bertajuk "Rakyat Surabaya". Mereka menggugat pencabutan UU Polri yang baru disahkan hingga UU TNI.

Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya mengatakan, dalam aksi sore ini pihaknya membawa tuntutan agar pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Kedua program tersebut dinilai membebani APBN. "Kami menuntut hentikan program MBG dan Koperasi Merah Putih," ujarnya.

Kemudian, masyarakat sipil Surabaya juga menuntut penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) penguatan nilai tukar rupiah. Mereka turut menuntut, penghentian eksploitasi alam.

"Turunkan harga BBM, dan stabilkan nilai rupiah dan juga hentikan eksploitasi alam," ucapnya.

Kemudian, massa juga menurut pencabutan UU Polri dan TNI. Menurutnya, tak jauh berbeda dengan UU TNI, UU Polri digarap secara ugal-ugalan. Terlebih kedua UU tersebut seperti memberi keistimewaan bagi TNI dan Polri untuk dapat menduduki jabatan sipil.

"Kami menuntut pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang dilakukan secara ugal-ugalan beberapa hari lalu. Kedua, pencabutan Undang-Undang TNI tahun 2025 yang memberi karpet bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI," ujarnya.

Titik aksi sengaja dipilih di Grahadi karena dinilai strategis. Terlebih, jalan Gubernur Suryo depan Grahadi merupakan jalan protokol yang kerap dilalui masyarakat.

"Di sana gedung yang bersejarah, dan kami berharap bisa menyampaikan aspirasi di gedung bersejarah di depan Grahadi," pungkas dia.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto mengatakan ada sebanyak 224 personel disiagakan untuk aksi hari ini. "224 personel (polisi disiagakan untuk demo hari ini)" ujar singkat kepada IDN Times

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More