Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Massa Aksi May Day Bergerak ke Kantor Gubernur Jatim Lewat Jalan Darmo

Massa Aksi May Day Bergerak ke Kantor Gubernur Jatim Lewat Jalan Darmo
Massa aksi demo buruh di Surabaya, Jumat (1/5/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur bergerak menuju Kantor Gubernur Jatim di Surabaya untuk memperingati Hari Buruh Internasional, menyebabkan kepadatan dan rekayasa lalu lintas di Jalan Darmo.
  • FSPMI Jatim mengerahkan sekitar 6.000 anggotanya dengan total massa mencapai 15.000 orang menggunakan bus, truk komando, dan sepeda motor menuju titik aksi utama di Jalan Pahlawan Surabaya.
  • Aksi ini membawa 10 tuntutan nasional serta sejumlah tuntutan lokal, termasuk pelaksanaan komitmen ketenagakerjaan 2025, pembentukan Satgas PHK Jatim, dan percepatan Perda Sistem Jaminan Pesangon.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Massa aksi Hari Buruh Internasional mulai bergerak menuju titik aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Jumat (1/5/2026). Akibatnya, Jalan Darmo diberlakukan rekayasa lalu lintas.

Berdasarkan pantauan IDN Times, buruh dari luar Surabaya mulai berkumpul di Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara itu, buruh dari Surabaya berkumpul di Jalan Darmo.

Massa aksi terlihat bergerak menuju lokasi menggunakan sepeda motor, mobil komando, hingga sejumlah bus. Jumlah massa yang diperkirakan mencapai ribuan orang tampak memadati ruas jalan.

Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI Jatim), Jazuli, mengatakan sedikitnya sekitar 6.000 buruh akan mengikuti aksi tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah industri di Jawa Timur, meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Tuban, dan Jombang. Secara keseluruhan, jumlah massa dari seluruh elemen buruh diperkirakan mencapai sekitar 15.000 orang.

“Dalam mobilisasi aksi, FSPMI mengerahkan 50 unit bus, 10 truk komando, serta konvoi ribuan sepeda motor. Aksi demonstrasi difokuskan di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, sebagai pusat penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah,” ujarnya.

Setidaknya terdapat 10 tuntutan nasional yang dibawa buruh dalam aksi ini, yaitu:

  1. Mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sesuai rekomendasi KSP-PB tanpa omnibus law.
  2. Menghapus outsourcing dan menolak upah murah.
  3. Menghentikan ancaman PHK akibat perang dengan membentuk Satgas PHK.
  4. Melakukan reformasi pajak perburuhan dengan menghapus pajak THR, JHT, dan pensiun, serta menaikkan PTKP.
  5. Memberantas korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.
  6. Segera meratifikasi Konvensi ILO 190.
  7. Memberikan perlindungan bagi pekerja platform digital.
  8. Menetapkan potongan tarif ojek online maksimal 10 persen.
  9. Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja.
  10. Tetap memberikan jaminan kesehatan bagi peserta PPU BPJS Kesehatan yang iurannya tidak dibayarkan oleh pemberi kerja, dengan mekanisme penagihan oleh negara kepada pemberi kerja.

Selain itu, terdapat tuntutan lokal di Jawa Timur. FSPMI meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaksanakan komitmen bersama yang telah ditandatangani pada 1 Mei 2025. Komitmen tersebut meliputi rekomendasi kebijakan ketenagakerjaan kepada pemerintah pusat, fasilitasi audiensi ke Jakarta, revisi regulasi yang berpihak kepada buruh, perlindungan dan penguatan jaminan sosial, pembangunan rumah murah untuk buruh, pembentukan Satgas PHK di Jawa Timur, pengawasan praktik alih daya, penerbitan regulasi UMK/UMSK 2026, peningkatan akses pendidikan anak buruh melalui jalur afirmasi, hingga kebijakan pembebasan pajak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“FSPMI juga mendesak percepatan pembentukan Peraturan Daerah tentang Sistem Jaminan Pesangon serta kebijakan strategis lain yang berpihak kepada buruh. Melalui aksi ini, FSPMI Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan buruh, dan kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat. May Day bukan hanya milik buruh, tetapi momentum perjuangan bersama seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More