Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

10 CJH Embarkasi Surabaya Tertunda Berangkat, Mayoritas karena Sakit

10 CJH Embarkasi Surabaya Tertunda Berangkat, Mayoritas karena Sakit
Pemeriksaan kesehatan CJH di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Selasa (21/4/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Sebanyak 10 calon jemaah haji Embarkasi Surabaya tertunda berangkat karena mayoritas mengalami sakit, sementara tiga lainnya merupakan pendamping yang ikut tertunda.
  • PPIH Embarkasi Surabaya memastikan jemaah tertunda mendapat perawatan dan hanya diberangkatkan setelah dinyatakan layak terbang demi keselamatan serta kesiapan mereka.
  • Hingga 30 April 2026, sebanyak 12.140 jemaah telah diberangkatkan dengan tingkat ketepatan waktu penerbangan mencapai 100 persen meski terdapat kursi kosong akibat berbagai faktor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 10 calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Surabaya mengalami penundaan keberangkatan pada musim haji 1447 H/2026. Penundaan ini dipicu faktor kesehatan hingga kebutuhan pendampingan.

Berdasarkan data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 30 April 2026, dari total jemaah yang tertunda tersebut, mayoritas disebabkan kondisi kesehatan. Tercatat tujuh jemaah mengalami sakit, sementara tiga lainnya merupakan pendamping yang ikut tertunda keberangkatannya.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, menyatakan pihaknya memprioritaskan keselamatan dan kesiapan jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. “Kami memastikan jemaah yang tertunda keberangkatannya mendapatkan penanganan terbaik di embarkasi, sehingga dapat segera diberangkatkan setelah dinyatakan layak terbang,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Meski terdapat penundaan, secara umum operasional pemberangkatan jemaah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya berjalan lancar. Hingga hari ke-10, sebanyak 12.140 jemaah dan petugas telah diberangkatkan atau sekitar 28 persen dari total rencana 44.080 orang tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari 32 kelompok terbang (kloter), dengan tambahan keberangkatan harian mencapai 1.137 orang dari lima kloter pada 30 April 2026.

Dalam pelaksanaan, PPIH juga mencatat adanya 38 kursi kosong (open seat) yang dipengaruhi berbagai faktor. Selain jemaah sakit dan pendamping, terdapat jemaah yang menunda keberangkatan, perpindahan kloter, serta alasan teknis lainnya.

Kendati demikian, ketepatan waktu penerbangan tetap terjaga. Seluruh kloter yang telah diberangkatkan tercatat memiliki tingkat On Time Performance (OTP) 100 persen tanpa keterlambatan.

PPIH memastikan akan terus mengoptimalkan layanan, terutama bagi jemaah yang mengalami kendala kesehatan, agar dapat segera diberangkatkan setelah memenuhi syarat kelayakan terbang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More