Bandara Juanda Siapkan 136 Extra Flight, Puncak Mudik 18 Maret

- Bandara Internasional Juanda membuka posko siaga Idul Fitri 1447 H dan menyiapkan 136 penerbangan tambahan, mayoritas rute domestik, untuk mengantisipasi lonjakan pemudik.
- Puncak arus mudik diprediksi pada 18 Maret 2026 dengan sekitar 50.000 penumpang; bandara memastikan kesiapan fasilitas serta menerapkan alur kendaraan baru di Terminal 1A.
- Operasional bandara berlangsung 24 jam dengan koordinasi cuaca bersama BMKG, pasokan avtur aman, serta pemberian diskon biaya kebandarudaraan hingga 50 persen bagi maskapai.
Surabaya, IDN Times — Bandara Internasional Juanda resmi membuka posko siaga idul fitri 1447 hijriah mulai hari ini, Jumat (13/03/2026). Selama masa mudik lebaran tahun ini, Bandara Juanda juga menyiapkan ratusan penerbangan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
General Manager Bandara Internasional Junada, Muhammad Tohir mengatakan hingga saat ini sudah ada 136 extra flight yang diajukan maskapai. Dari jumlah tersebut, 133 penerbangan merupakan rute domestik dan 3 penerbangan internasional.
“Penerbangan internasional tambahan tersebut melayani rute ke Singapura dan Malaysia,” kata Tohir.
Menurut Tohir, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Pada hari tersebut, Bandara Juanda diproyeksikan melayani sekitar 50.000 penumpang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak bandara memastikan seluruh fasilitas telah siap digunakan. Mulai dari check-in counter, ruang tunggu penumpang, hingga fasilitas pendukung seperti toilet dan area pelayanan lainnya.
Selain itu, pengelola bandara juga menerapkan pengaturan alur kendaraan baru di area drop-off Terminal 1A guna mencegah kepadatan kendaraan.
“Untuk mencegah kepadatan di area dropping kendaraan khususnya di 1A, kami sudah membuat flow yang baru. Ini sudah mulai kami operasikan dan insyaallah bisa mengurai kepadatan,” jelasnya.
Selama periode angkutan mudik, operasional penerbangan di bandara juga berjalan selama 24 jam.
Tohir menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca. Pasalnya saat ini masih memasuki musim hujan dengan potensi hujan sedang hingga lebat pada sore hari.
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Jika ada perubahan cuaca signifikan, akan segera diinformasikan kepada seluruh stakeholder,” ujarnya.
Dari sisi ketersediaan bahan bakar penerbangan, Tohir memastikan kondisinya masih normal setelah berkoordinasi dengan pihak Pertamina yang bertugas di Bandara Juanda.
Ia juga menyebut adanya relaksasi biaya kebandarudaraan berupa diskon PJP2U dan PJP4U sebesar 50 persen yang diberikan kepada maskapai. Kebijakan ini diperkirakan dapat menurunkan harga tiket pesawat hingga sekitar 20 persen.
Sementara itu, di tengah konflik timur tengah, operasional penerbangan dari berbagai daerah juga masih berjalan normal. Termasuk penerbangan charter direct flight yang melayani rute menuju Madinah dan Jeddah.
“Alhamdulillah sampai dengan sekarang berjalan normal sesuai dengan rencana yang ada,” pungkasnya.


















