Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mudik 2026, BBPJN Petakan 68 Titik Banjir dan 23 Longsor di Jatim

Mudik 2026, BBPJN Petakan 68 Titik Banjir dan 23 Longsor di Jatim
ilustrasi banjir (unsplash.com/Aldward Castillo)
Intinya Sih
  • BBPJN Jatim–Bali memetakan 68 titik rawan banjir dan 23 titik rawan longsor di jalur nasional Jawa Timur menjelang arus mudik Lebaran 2026.
  • Sebanyak 27 posko siaga di Jawa Timur dan 8 posko di Bali disiapkan, lengkap dengan peralatan DRU untuk penanganan darurat bencana.
  • Koordinasi dilakukan bersama BPBD, Basarnas, TNI–Polri, dan pemerintah daerah guna memastikan mitigasi serta pemantauan kondisi jalur mudik secara intensif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali memetakan puluhan titik rawan bencana di jalur nasional Jawa Timur menjelang arus mudik Lebaran 2026. Titik tersebut tersebar di berbagai wilayah dengan potensi banjir dan longsor yang perlu diwaspadai para pemudik.

Kepala BBPJN Jatim–Bali Javid Hurriyanto mengatakan total panjang jalan nasional di Jarim mencapai sekitar 2.261 kilometer. Untuk itu, pihaknya menyiapkan 27 posko siaga di Jawa Timur dan 8 posko di Bali untuk mendukung kelancaran arus mudik. "Posko tersebut dilengkapi peralatan Disaster Relief Unit (DRU) untuk penanganan darurat jika terjadi bencana seperti banjir atau longsor," ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Menurut Javid, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi, mulai dari BPBD, Basarnas, TNI–Polri hingga pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi bencana di jalur mudik.

“Kami sudah koordinasi intens dengan BPBD, Forkopimda, TNI–Polri. Bahkan ada grup khusus untuk memantau kondisi jalur dan penanganan jika terjadi bencana,” katanya.

Berdasarkan pemetaan BBPJN, di Jawa Timur terdapat 68 titik rawan banjir dan 23 titik rawan longsor di ruas jalan nasional. Beberapa daerah yang masuk kategori rawan antara lain wilayah pesisir utara seperti Situbondo hingga Banyuwangi, kawasan selatan seperti Pacitan dan Trenggalek, serta jalur pegunungan di Malang dan Lumajang.

Berikut daftar lokasi rawan bencana di jalur nasional Jatim yang perlu diwaspadai pemudik:

Lokasi Rawan Longsor

• Blitar – SP 5 Purwodadi

• Sumberjati – Batas Kabupaten Banyuwangi

• Turen – Batas Kabupaten Lumajang

• Batas Kabupaten Malang – Batas Kota Lumajang

• Batas Kota Pacitan – Batas Kabupaten Trenggalek

• Ploso – Pacitan – Hadiwarno

• Batas Kabupaten Pacitan – Jarakan (Trenggalek)

• Glonggong – Batas Kota Pacitan

• Ringinrejo – Batas Kabupaten Malang

• Batas Kabupaten Bojonegoro – Batas Kota Ngawi

• Batas Kota Wlingi – Batas Kabupaten Malang

Lokasi Rawan Banjir (Sebagian Titik Utama)

• Paiton – Buduan

• Buduan – Panarukan

• Landangan – Situbondo

• Arjasa – Situbondo

• Baluran – Situbondo

• Bangsring – Banyuwangi

• Gambirono – Rambipuji

• Benculuk – Rogojampi

• Batas Kabupaten Jember – Genteng Kulon

• Jarakan – Panggul (Trenggalek)

• Sukarno Hatta – Trenggalek

• Panglima Sudirman – Trenggalek

• Tanjung Bumi – Bangkalan/Sampang

• Kamal – Bangkalan

• Jalan Wahid Hasyim – Sampang

• Jalan Trunojoyo – Pamekasan

• Jalan Diponegoro – Sampang

• Jalan Gresik – Surabaya

• Waru – Sidoarjo

• Akses Bandara Juanda 2 – Sidoarjo

• Jalan RM Mangundiprojo – Sidoarjo

• Jalan Candi – Sidoarjo

• Gempol – Bangil

• Mojosari – Pasuruan

• Padangan – Ngawi

• Jalan Palem – Kota Blitar

• Kota Tulungagung – Kabupaten Blitar

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More