6 Anggota Gangster Bersajam Ditangkap di Gresik, Mayoritas Masih Bocah

- Satreskrim Polres Gresik menangkap 6 anggota gangster yang pengeroyokan warga dengan senjata tajam di Dukun dan Panceng.
- 5 dari 6 pelaku masih di bawah umur, sementara satu orang merupakan pelaku dewasa. Mereka beraksi secara brutal dengan membawa senjata tajam.
- Pelaku merampas ponsel korban dan melukai mereka, polisi masih memburu belasan pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut.
Gresik, IDN Times - Satreskrim Polres Gresik menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan menggunakan senjata tajam terhadap sejumlah warga di Kecamatan Dukun dan Panceng. Dari enam pelaku yang ditangkap, lima di antaranya masih berstatus anak di bawah umur, sementara satu orang merupakan pelaku dewasa.
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya mengatakan, para pelaku merupakan bagian dari kelompok gangster yang beraksi secara brutal dengan membawa senjata tajam. “Kelompok ini berjumlah sekitar 20 orang dengan menggunakan 10 sepeda motor. Mereka berpakaian serba hitam dan sebagian membawa senjata tajam berupa parang serta linggis. Atas atensi Kapolres Gresik, kami membentuk tim khusus untuk memburu para pelaku,” ujar Arya, Rabu (7/1/2026).
Arya menjelaskan, peristiwa pengeroyokan tersebut mengakibatkan total empat orang menjadi korban. Dua korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam, sementara tiga orang lainnya kehilangan ponsel karena dirampas pelaku.
Kejadian pertama terjadi di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun. Korban dikeroyok hingga mengalami luka robek di bagian punggung dengan lebar sekitar 8 sentimeter dan 5 sentimeter. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Mentaras untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah melakukan penyerangan pertama, kelompok gangster tersebut bergerak ke Desa Ketanen, Kecamatan Panceng. Di lokasi kedua, korban bernama Ahmad Zaki Syarifuddin diserang saat sedang membeli nasi goreng di pinggir jalan. “Korban tiba-tiba ditarik pakaiannya, dipukuli, dan diseret. Para pelaku juga melempari warung dengan batu hingga penjual dan pembeli lain menyelamatkan diri masuk ke dalam warung,” ungkap Arya.
Dalam aksi tersebut, korban dilucuti pakaian bagian atas hingga telanjang dada. Selain itu, para pelaku juga merampas tiga unit handphone milik korban, penjual nasi goreng, dan seorang pembeli lainnya. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka robek di kepala hingga harus dijahit delapan jahitan, luka memar di mata kiri, luka lecet di pipi kiri, serta memar di tangan kiri.
Saat ini, polisi masih memburu belasan pelaku lain yang terlibat, termasuk sosok yang diduga menjadi otak penyerangan yang terjadi pada Minggu (4/1/2026) dini hari. “Pelaku yang belum tertangkap kami imbau segera menyerahkan diri. Mau lari ke mana pun pasti akan kami kejar dan tangkap,” pungkas Arya.

















