Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

343 Dokter dan 5.172 Perawat di Jatim Disiagakan Selama Mudik Lebaran

343 Dokter dan 5.172 Perawat di Jatim Disiagakan Selama Mudik Lebaran
Ilustrasi profesi tenaga kesehatan (freepik.com/pressfoto)
Intinya Sih
  • Pemprov Jawa Timur menyiagakan 343 dokter, 5.172 perawat, serta ribuan tenaga pendukung untuk mengantisipasi kebutuhan medis selama arus mudik Lebaran 2026.
  • Sistem rujukan rumah sakit di sepanjang jalur mudik disiapkan agar penanganan darurat bisa dilakukan cepat dan mengurangi kepanikan pemudik.
  • Layanan PSC 119 dioptimalkan, sementara koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, dan instansi lain diperkuat demi kelancaran Operasi Ketupat Semeru 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyiagakan ribuan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan medis selama arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini disiapkan seiring proyeksi masuknya sekitar 24,90 juta pemudik ke Jatim tahun ini.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan layanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pengamanan mudik yang tergabung dalam Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Layanan kesehatan harus menjadi perhatian utama selama arus mudik dan balik Lebaran,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, Dinas Kesehatan Jatim menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional, serta 2.852 pengemudi ambulans yang akan disiagakan di berbagai titik jalur mudik.

Selain tenaga medis, pemerintah juga menyiapkan sistem rujukan rumah sakit di sepanjang jalur mudik agar penanganan pasien darurat dapat dilakukan lebih cepat.

Khofifah menilai pemetaan rumah sakit rujukan penting dilakukan karena kondisi darurat di perjalanan kerap memicu kepanikan bagi pemudik.

“Ketika terjadi kondisi darurat biasanya muncul kebingungan. Karena itu pemetaan rumah sakit rujukan perlu disiapkan dengan baik,” jelasnya.

Sebagai bagian dari sistem tanggap darurat, Pemprov Jatim juga mengoptimalkan layanan Public Safety Center (PSC) 119 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik untuk mendapatkan bantuan medis secara cepat.

Selain layanan kesehatan, Pemprov Jatim bersama TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait juga mematangkan sejumlah persiapan lain seperti pengamanan jalur mudik, rekayasa lalu lintas, serta kesiapan transportasi umum.

Menurut Khofifah, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan kepada pemudik dapat berjalan optimal dan masyarakat merasa aman selama perjalanan.

“Saya berharap seluruh jajaran mempersiapkan langkah strategis secara matang sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More