Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

2025 BPBD Surabaya Tangani 18.703 Kejadian Bencana-Psikososial

IMG-20250825-WA0003.jpg
Ilustrasi, BPBD Surabaya lakukan penanganan korban tenggelam. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya sih...
  • BPBD Surabaya menangani 18.703 kejadian sepanjang tahun 2025, termasuk bencana alam, darurat medis, kecelakaan, kebakaran, dan psikososial.
  • Darurat medis merupakan kasus terbanyak dengan 9.848 kejadian, diikuti oleh kecelakaan sebanyak 7.318 kejadian.
  • Wilayah Surabaya Timur memiliki persentase penanganan terbanyak dengan 28,7%, diikuti oleh Surabaya Selatan (27,5%), Surabaya Pusat (16,1%), Surabaya Barat (15,2%), dan Surabaya Utara (12,5%).
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Sepanjang tahun 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menangani sebanyak 18.703 kejadian. Kejadian yang ditangani itu macam-macam, mulai dari bencana alam, darurat medis, orang tersesat sampai psikososial.

Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya Arif Sunandar Pranoto Negoro merinci 18.703 kejadian itu terdiri dari paling banyak adalah penanganan darurat medis dengan 9.848 kejadian, disusul kecelakaan 7.318 kejadian, 511 kebakaran, 272 penemuan jenazah. Kemudian, 270 pohon tumbang, 130 rumah rusak, 160 genangan.

"Kami juga menangani laporan 57 masalah hewan, 46 psikososial, angin kencang 21 kejadian, 13 orang tenggelam, 4 kali orang tersesat, satu kejadian konflik sosial, satu kejadian gagal teknologi dan 51 darurat lainnya," ujar Arif, Rabu (7/1/2025).

Lebih lanjut Arif menyebut, dari 9.848 kejadian darurat medis, 6.325 korban dirujuk ke fasilitas kesehatan, 2.827 penanganan di lokasi dan 696 pembuatan surat kematian

"Kemudian untuk rumah rusak, 82 disebabkan karena lapuk, 6 kejadian disebabkan hujan, 40 kejadian atap rumah roboh dan dua kejadian karena dinding roboh," sebutnya.

Lalu untuk pohon tumbang, 200 kejadian berdampak pada jalanan dan arus lalu lintas, 10 kejadian mengenai kendaraan, dua kejadian mengenai bangunan, 9 kejadian mengenai rumah, tiga kejadian mengenai orang dan empat kejadian mengenai kabel.

"Kemudian untuk kebakaran, 38 kejadian membakar kompor set, 66 kejadian mengenai tumpukan barang atau sampah, 52 berdampak pada kendaraan, 24 kejadian berdampak pada jaringan kabel, 20 kejadian berdampak pada elektronik, 77 kejadian berdampak pada lahan kosong 77, dan 7 pohon," jelasnya.

Selanjutnya, penanganan kecelakaan, paling banyak terjadi di Jalan A Yani dengan 463 kejadian, disusul Jalan Ir Soekarno 222 kejadian, lalu Jalan Diponegoro 170 kejadian, Jalan Kenjeran 172 kejadian, dan Jalan Kedung Cowek 135 kejadian.

"Dari jumlah tersebut 11.059 korban tertangani, 9.320 korban luka dan 132 meninggal dunia," tutur Arif.

Ia menyebut, berdasarkan wilayahnya, penanganan paling banyak ada di wilayah Surabaya Timur dengan persentase 28,7 persen atau 5.369 kejadian, disusul Surabaya Selatan 27,5 persen atau 5.147 kejadian.

"Kemudian Surabaya Pusat 16,1 persen kejadian atau 3.012 kejadian, Surabaya Barat 15,2 persen atau 2.846 kejadian dan terakhir Surabaya Utara 12,5 persen kejadian," pungkas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Puting Beliung Terjang Terminal 1 Juanda, Puluhan Kendaraan Rusak

08 Jan 2026, 20:10 WIBNews