Lewat Festival Smart Kampung, Banyuwangi Tampilkan Inovasi Desa 

Banyuwangi berinovasi pada pelayanan publik

Banyuwangi, IDN Times - Pemkab Banyuwangi terus menggenjot semangat inovasi, bahkan hingga ke tingkat desa. Berbagai inovasi desa tersebut ditampilkan dalam Smart Kampung Festival, di Gesibu Banyuwangi, Sabtu - Minggu (27-28/7). 

"Festival ini menjadi etalase berbagai inovasi pada pelayanan publik dan UMKM kreatif yang ada di tingkat desa," tutur Bupati Anas saat membuka acara. 

1. Bupati Anas memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk melayani masyarakat

Lewat Festival Smart Kampung, Banyuwangi Tampilkan Inovasi Desa IDN Times/Beautiful Banyuwangi

Melalui program Smart Kampung, Bupati Anas mendorong desa untuk mengadaptasi kemajuan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan. Desa yang selama ini dianggap kampungan dan tertinggal, ingin diubah dengan sentuhan digital. 

"Belanja desa tidak hanya membeli batu dan semen, melalui Smart Kampung ini harus pula belanja bandwidth untuk memberikan pelayanan berbasis online," tutur Anas. 

Program Smart Kampung, imbuh Anas, diharapkan juga menuntut desa dalam memaksimalkan gelontoran Dana Desa. "Jangan sampai Dana Desa ini, tidak berbuah apa-apa bagi masyarakat," tutur Bupati Anas. 

2. Sebanyak 16 Smart Kampung jadi referensi bagi banyak desa lain

Lewat Festival Smart Kampung, Banyuwangi Tampilkan Inovasi Desa IDN Times/Beautiful Banyuwangi

Ada 16 Smart Kampung yang ditampilkan selama dua hari tersebut. Mereka menyusun berbagai inovasi pelayanan publik berbasis digital. Baik untuk memberi layanan administrasi, pemberdayaan UMKM, maupun kesehatan. 

Salah satu inovasi yang cukup menarik ialah layanan "Siap Cantik" dari Desa Genteng Wetan. Siap Cantik yang merupakan akronim dari Sistem Aplikasi Posyandu dengan Pencatatan Elektronik itu merupakan layanan digital berbasis Android. Para ibu hamil maupun ibu balita dapat menggunakan layanan tersebut. Mulai P3K, update perkembangan janin dan balita, imunisasi, hingga cek nutrisi. 

Hal yang tak kalah menariknya ialah inovasi yang dilakukan Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Desa ini memberikan layanan dan pelaporan berbasis online. Melalui aplikasi Android, warga bisa meminta berbagai jenis layanan administratif cukup dari rumah. 

"Warga tinggal memasukkan Nomor Induk Kependudukan, layanan pun bisa diberikan. Di mana pun dan kapan pun," tutur Kepala Desa Ketapang Selamet Kasiyono. 

Ke-16 stan Smart Kampung yang tampil dalam festival tersebut merupakan desa terpilih. Mereka merupakan pemenang kompetisi Smart Kampung yang dihelat sejak 2017.

"Ini juga sebagai referensi bagi desa-desa lain di Banyuwangi untuk melakukan studi tiru terhadap desa yang telah sukses menerapkan Smart Kampung," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kusyadi.

Topik:

  • Ezri T Suro

Berita Terkini Lainnya