Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Indonesia Targetkan Perluas Pasar Ekspor Produk Halal

IMG-20250826-WA0076.jpg
Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kemenlu, Dindin Wahyudin (kanan) dan Kepala BPJPH Haikal Hasan (tengah). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya sih...
  • Indonesia membidik pasar ekspor produk halal hingga ke Asia Selatan dan Timur Tengah.
  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) halal di Indonesia menjadi fokus untuk menarik minat negara tujuan ekspor.
  • Upaya pemerintah dalam meningkatkan tertib sertifikasi halal untuk mencapai target urutan kelima dunia pada tahun 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Indonesia membidik perluas pasar ekspor untuk produk halal. Tujuan ekspor produk halal Indonesia kini bukan lagi kawasan Asia Tenggara, tetapi hingga Asia Selatan, dan Timur Tengah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar dialoh bertema "Perluasan Pasar Kawasan Industri Halal Indonesia" di Hotel Sheraton Surabaya, Selasa (26/8/2025). Dialog tersebut diikuti secara online dan offline oleh sejumlah negara yang bertujuan untuk mengenalkan industri halal ke mancanegara.

Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Dindin Wahyudin mengatakan, sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia harus mengambil peran sebagai pusat industri halal regional. Sehingga , Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga eksportir utama produk halal.

"Kita kan Indonesia ini sebagian besar penduduk muslim terbesar di dunia ya. Kita ingin bukan hanya menjadi pasar. Tetapi menjadi istilahnya eksportir lah," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya tengah gencar mengenalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) halal yang ada di Indonesia. Seperti yang ada di Sidoarjo, Cikande hingga Riau. Kegiatan tersebut akan membuat negara-negara tujuan ekspor yakin dengan produk halal Indonesia.

"Makanya kami mengundang BPJPH ya yang menangani sertifikasi halal untuk bisa sharing kepada para peserta dari negara lain,"

Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan mengatakan, Indonesian saat ini menempati urutan kedelapan negara eksportir produk halal di dunia. Indonesia tertinggal jauh dari China, Amerika dan Brazil yang bukan merupakan negara muslim.

"Ekspor kita itu baru nomor 8 dunia.Dengan angka yang belum menggembirakan hanya 11.8 miliar US dolar. Kalau dibandingkan dengan China yang sudah mencapai angka 32 miliar US dolar jauh sekali,"

Menurut Haikal, hal utama yang perlu diperhatikan agar Indonesia bisa bermain di pasar global aadalah tertib sertifikasi halal. Dari 60 juta UMKM di Indonesia baru 6 persen yang memiliki sertifikasi halal.

"ita baru 6 persen Yang tertib halal. Kalau itu naikin sedikit 10 persen saja, meningkat (nilai ekspornya)," terang Haikal.

Untuk itu, upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan tertib sertifikasi halal adalah gencar melakukan sosialisasi, kolaborasi dan memudahkan regulasi. Serta melakukan upaya digitalisasi dalam pengurusan sertifikat halal.

"Supaya mempercepat prosesnya, transparan, terbuka, no pungli, enggak ada repot, enggak boleh repot, enggak boleh mahal, terbuka itu digitalisasi," terang dia.

Dengan berbagai cara dan upaya yang dilakukan pemerintah, ekspor produk halal Indonesia pun ditarget berada di urutan kelima dunia. Bahkan menempati posisi pertama pada tahun 2026. "Kita mesti perbaiki cara kita memarketingkan halal Indonesia, halal Indonesia untuk masyarakat dunia," pungkas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us