India Diserang Virus Nipah, Hindari Makan Buah Bekas Gigitan Hewan

- Virus Nipah menyebar dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh dan bisa menular antar-manusia melalui kontak langsung.
- Gejala infeksi virus ini termasuk flu, demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, gangguan pernapasan, dan bahkan serangan pada otak.
- Masyarakat diingatkan untuk menerapkan PHBS, memasak masakan sampai matang, menghindari makan buah bekas gigitan hewan, serta membatasi kontak dengan hewan liar.
Surabaya, IDN Times - Penyebaran Virus Nipah (NiV) di India kini menjadi perhatian khusus bagi semua pihak, tak terkecuali Pemerintah Indonesia. Atas hal ini, pakar kesehatan pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.
Dosen Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Vella Rohmayani mengatakan, NiV ditemukan pertama pada hewan kelelewar hewan. Virus itu kemudian menyebar ke manusia melalui carian hewan seperti urin, darah dan cairan liur. "Penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi produk pangan yang telah terpapar sekresi kelelawar, misalnya buah-buahan yang tidak dicuci bersih atau sudah tergigit hewan," ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Penularan antara manusia terjadi melalui kontak langsung pada orang yang sedang terinfeksi. "Dalam kondisi tertentu, penularan antar-manusia juga dapat terjadi melalui kontak erat dengan pasien yang sedang terinfeksi, baik di lingkungan keluarga maupun fasilitas layanan kesehatan," jelas dia.
Gejala yang ditimbulkan dari infeksi virus ini diawali dengan flu, demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala sampai gangguan pernapasan. Paling parah, NiV bisa menyerang sistem saraf otak hingga menyebabkan perangan pada otak atau ensefalis.
Bila pasien sudah terjadi peradangan otak, pasien akan mengalami rasa pusing hebat, kejang, hingga penurunan kesadaran yang memerlukan penanganan medis segera.
Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah yang pertama masyarakat harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku tersebut mulai dari mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memasak masakan sampai betul-betul matang dan menghindari makan buah bekas gigitan hewan.
"Khusus peternak babi, penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat berinteraksi dengan ternak juga sangat dianjurkan," jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga menyarankan masyarakat untuk membatasi kontak dengan kelalawar dan hewan liar, terutama yang menujukkan gejala sakit. "Kewaspadaan, edukasi, dan kedisiplinan dalam menjaga kebersihan menjadi kunci utama untuk menekan risiko penyebaran virus Nipah, sembari terus mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan," pungkasnya.

















