Diduga Menjadi Korban KDRT, Perempuan di Blitar Ditemukan Tewas

- Suami korban ikut bantu evakuasi ke puskesmas
- Diduga kuat meninggal karena penganiayaan
- Polisi masih melakukan pendalaman dan meminta keterangan saksi
Blitar, IDN Times - Diduga menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), seorang perempuan di Blitar ditemukan tewas di dalam rumahnya. Korban diketahui berinisial SM, warga Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. SUami korban, R, kini sudah diamankan oleh polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
1. Suami korban sempat bantu evakuasi ke puskesmas

Ketua RT setempat, Samani mengatakan terungkapnya kasus ini berawal dari laporan warga. Saat dilakkukan pengecekan korban ditemukan dalam kondisi telentang dan tidak sadarkan diri di dalam kamar. Dibantu oleh warga mereka berusaha membawa korban ke Puskesmas untuk mendapat pertolongan medis. Suami korban juga tampak ikut membantu proses evakuasi tersebut. Namun pihak Puskesmas memastikan kondisi korban sudah meninggal dunia saat dibawa. “Kami bawa ke puskesmas hanya untuk memastikan kondisinya. Tapi dari petugas medis dinyatakan sudah meninggal,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
2. Diduga kuat meninggal karena penganiayaan

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke pihak berwajib. Penyelidikan intensif yang dilakukan personel Polsek Selorejo dan Polres Blitar segera mengendus adanya kejanggalan pada gerak-gerik sang suami. Berdasarkan pengumpulan keterangan saksi di lapangan, polisi menemukan indikasi kuat bahwa kematian SM bukanlah insiden medis biasa melainkan akibat penganiayaan. "Suami korban kini sudah kita amankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," tutur Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni.
3. Polisi masih melakukan pendalaman dan meminta keterangan saksi

Jenazah korban kini juga telah dipindah ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk menjalani proses autopsi. Langkah ini diambil untuk memastikan penyebab kematian korban. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut. "Kami masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini, mohon waktu perkembangan akan kami sampaikan secepatnya," pungkasnya.


















