Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Peneliti UC Olah Limbah Cangkang Telur Jadi Kolagen, Bisa Buat Ini!

20260203_111436.jpg
Peneliti UC olah cangkang telur jadi kolagen.
Intinya sih...
  • Peneliti UC berhasil mengembangkan limbah cangkang telur menjadi kolagen halal bernilai tinggi.
  • Kolagen ESM dapat digunakan dalam pangan, minuman, kosmetik, farmasi, dan suplemen kesehatan.
  • Cangkang telur juga dimanfaatkan sebagai bahan substitusi bioplastik yang lebih kuat dan tahan air.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Program Food Technology Universitas Ciputra Surabaya berhasil mengembangkan inovasi pengolahan limbah cangkang telur menjadi kolagen halal bernilai tinggi yang berpotensi menggantikan produk kolagen impor. Inovasi ini dinilai strategis karena memanfaatkan limbah melimpah, ramah lingkungan, serta memiliki kepastian kehalalan.

Penelitian tersebut dipimpin Ketua Tim Peneliti Joko Sulistyo, bersama dosen Mitha Ayu Pratama Handojo dan Agoes Tinus Lis Indrianto. Proyek ini juga melibatkan mahasiswa Belinda Manuela Angkadjaja dan Tuhfah Wikaputra, dengan dukungan teknis dari laboran Teknologi Pangan Amelia Myristi Lolita.

Joko Sulistyo menjelaskan, kolagen dihasilkan dari membran cangkang telur (egg shell membrane/ESM) yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.

“Limbah cangkang telur ini jumlahnya sangat besar di sekitar kita. Dari hasil riset, kami menemukan bahwa membran cangkang telur mengandung kolagen ESM yang nilainya sangat tinggi dan manfaatnya luar biasa,” ujar Joko.

Ia menegaskan, kolagen ESM memiliki keunggulan utama dibandingkan kolagen impor, terutama dari sisi kehalalan, ketersediaan bahan, dan biaya produksi.

“Selama ini kolagen banyak diimpor dan bahan bakunya tidak selalu jelas aspek kehalalannya. Sementara kolagen ESM ini halal karena masuk dalam positive list BPJPH, murah, mudah diperoleh, dan sangat melimpah,” jelasnya.

Kolagen ESM hasil riset Universitas Ciputra memiliki aplikasi luas, mulai dari pangan, minuman fungsional, kosmetik, farmasi, hingga suplemen kesehatan. Dalam bidang pangan, kolagen ESM dapat digunakan sebagai bahan pengganti pada berbagai produk berbasis jelly serta minuman kolagen yang kini populer.

“Targetnya bukan hanya kecantikan, tetapi juga kesehatan, anti-aging, pencegahan penuaan dini, hingga perawatan kulit,” kata Joko.

Selain pangan dan minuman, kolagen ESM juga berpotensi dikembangkan untuk aplikasi medis, seperti bahan penutup luka pascaoperasi, luka bakar, dan perawatan jaringan, melalui formulasi berbasis kolagen.

Tak hanya membran cangkang telur, bagian cangkang kerasnya juga dimanfaatkan. Joko mengungkapkan, hasil proses laboratorium menunjukkan bahwa cangkang telur kaya kalsium dapat digunakan sebagai bahan substitusi bioplastik.

“Kalsium dari cangkang telur berfungsi sebagai filler yang membuat bioplastik lebih kuat, tidak mudah robek, dan lebih tahan terhadap air dibanding bioplastik konvensional,” jelasnya.

Ke depan, Universitas Ciputra membuka peluang kerja sama dengan industri dan pelaku usaha untuk mengembangkan produk ini ke tahap komersial. Pada tahun 2026, tim peneliti menargetkan penandatanganan kerja sama teknis melalui Memorandum of Agreement (MoA).

“Kami membuka kolaborasi seluas-luasnya dengan industri. Produk ini siap dikembangkan secara komersial dengan rambu-rambu kolaborasi yang jelas,” pungkas Joko.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Ada Dugaan Pemalsuan Dokumen Bekas Kantor Madas, BPN Siap Buka Data

03 Feb 2026, 15:09 WIBNews