Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Di Rakornas Bareng Prabowo, Khofifah Prioritaskan Terapan Program Ini

IMG-20260202-WA0035.jpg
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Mendagri Tito Karnavian dalam Rakornas. Dok. Pemprov Jatim.
Intinya sih...
  • Pemprov Jatim sinergikan program daerah dengan prioritas nasional Prabowo Subianto
  • Jatim menjadi provinsi paling progresif di sektor pangan, desa, dan pendidikan
  • Presiden Prabowo tekankan pentingnya sinergi pusat-daerah untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menegaskan kesiapan penuh menyinergikan program daerah dengan agenda prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah, Senin (2/2/2026).

Dalam Rakornas bertema Sinergi Pusat dan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045, Khofifah menyebut Jatim telah menjadi salah satu provinsi dengan implementasi program nasional paling progresif, terutama di sektor pangan, desa, dan pendidikan.

“Program prioritas Presiden Prabowo sudah dan terus kami jalankan di Jawa Timur. Bahkan di beberapa sektor, Jatim menjadi yang terdepan secara nasional,” ujar Khofifah.

Di sektor ketahanan pangan, lanjut Khofifah, Jatim tak hanya mencapai swasembada, tetapi mulai bergerak menuju kedaulatan pangan. Sejalan dengan itu, Jatim juga menjadi provinsi tercepat dan terbanyak menuntaskan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Sebanyak 8.494 KDKMP di Jatim telah berbadan hukum, terdiri dari 8.420 koperasi baru dan 74 koperasi pengembangan. Secara nasional, menempati peringkat pertama jumlah desa mandiri, dengan 4.716 desa atau sekitar 23 persen desa mandiri nasional berada di Jatim.

“Pembangunan desa kami dorong dari aspek paling mendasar dan berkelanjutan, mulai ekonomi lokal, layanan kesehatan, hingga kualitas SDM,” tegas Khofifah.

Di bidang pendidikan, Jatim mencatatkan 26 Sekolah Rakyat (SR) telah beroperasi. Hal ini menjadi jumlah terbanyak di Indonesia. Program ini diposisikan sebagai strategi memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Selain itu, Pemprov Jatim juga mengembangkan enam SMA Taruna.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah untuk menjaga kekayaan alam dan meningkatkan kualitas hidup rakyat. “Saya ingin Indonesia menjadi negara maju modern, di mana rakyat hidup sehat, berpendidikan, dan berpenghasilan cukup,” tegas Prabowo.

Prabowo juga memaparkan capaian nasional hasil kolaborasi pusat-daerah, di antaranya pertumbuhan ekonomi 5,04 persen, peningkatan ekspor 8,14 persen, serta penciptaan 2,7 juta lapangan kerja baru sepanjang 2025. Program sMakan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 60 juta penerima per hari, sementara 70 juta warga memperoleh layanan cek kesehatan gratis.

Di sektor pangan nasional, produksi beras 2025 mencapai 34,7 juta ton, naik 13 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan cadangan beras BULOG menembus 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan peran kepala daerah dan Forkopimda sebagai kunci keberhasilan agenda prioritas nasional. Rakornas ini, kata dia, menjadi forum penyamaan visi dan penguatan koordinasi agar target RPJMN 2025–2029 tercapai optimal.

Share
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

14 Tahun Hidup dengan Ruang Gerak Terbatas, Kisah ODGJ di Ponorogo

02 Feb 2026, 19:05 WIBNews