Rumah Radio Bung Tomo Disorot Presiden, Berubah Jadi Bangunan Mewah

- Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya disorot Presiden Prabowo Subianto karena berubah menjadi rumah mewah.
- Bangunan yang dulunya cagar budaya kini dipagari dengan pagar besi dan kayu warna hitam coklat, serta tidak terlihat seperti cagar budaya.
- Rumah tersebut dibeli oleh pemilik perusahaan toko kosmetik, Jayananta, setelah sebelumnya ditinggali oleh Amin Hadi dan putrinya.
Surabaya, IDN Times - Rumah Radio Bung Tomo yang berada di Jalan Mawar Nomor 10, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya kini tengah disorot Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Rumah tersebut sempat dirobohkan dan dibangunan bangunan baru.
Berdasarkan informasi yang diterima IDN Times, bangunan yang telah berstatus cagar budaya sesuai SK Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/004/402.1.04/1998 itu rata dengan tanah demi pembangunan pada 2016 silam. Pantauan IDN Times di lapangan, Rabu (4/2/2026) bangunan tersebut tidak terlihat seperti cagar budaya, melainkan sudah menjadi rumah mewah. Bangunan dipagari dengan pagar besi dan kayu warna hitam coklat yang cukup tinggi.
Dari celah-celah pagar, terlibat di dalamnya ada sebuah bangunan cukup besar dan mewah dengan halaman. Yang cukup luas. Tak ada tulisan apapun di sekitar bangunan tersebut, termasuk tulisan nomor rumah.
Ketua RT 03, RW 04, Kelurahan Tegalsari, Nuning Mujiasih mengatakan, ia mengaku tak tahu pasti bagaimana bangunan cagar budaya tersebut akhirnya menjadi rumah mewah. Sebab, saat rumah itu dirobohkan, ia belum menjadi ketua RT. "Kalau cerita, riwayatnya mohon maaf, saya kan di sini RT saya masih 4 tahun. Kalau untuk yang ini dulu RT-nya sebelum saya, jadi saya enggak paham masalah itu," ungkap dia.
Tetapi, sedikit banyak Nuning mengetahui bagaimana cagar budaya tersebut beralih fungsi. Seingatnya, rumah tersebut dibongkar pada kepemimpinan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Rumah itu sempat ditinggali oleh Amin Hadi yang merupakan teman dekat Bung Tomo, juga sebagai pejuang. "Yang punya itu Bapak Amin Hadi terus Bapak Amin Hadi meninggal yang menempati di sini putrinya," ungkap dia.
Setelah Amin Hadi meninggal, anak Amin Hadi lalu menjual rumah itu. Rumah tersebut kemudian dibeli oleh pemilik perusahaan toko kosmetik, Jayananta.
"Terus orangtua sudah gak ada, ini dijual kan. Yang nomor 10 atas nama adiknya, yang nomor 12 kakaknya. Ini terus yang nomor 10 yang dibeli Jayanata itu, yang rumah radio," terang dia.
Nuning menyebut , bangunan yang kini berdiri di tanah bekas rumah Radio Bung Tomo itu belum lama berdiri. Bahkan, bangunan itu baru berdiri satu tahun terakhir. "Iya, sampai ini terus kalau jadinya baru-baru aja belum setahun. Oh, belum setahun," pungkas dia.

















