Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kota Surabaya Dikepung Cuaca Ekstream, Warga Diminta Waspada

IMG-20260203-WA0161.jpg
Papan reklame yang ambruk akibat hujan disertai angin di Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya sih...
  • Kota Surabaya dikepung cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat, angin kencang, hingga puting beliung.
  • Wali Kota Surabaya meminta warga waspada dan tidak berteduh di bawah pohon saat hujan turun.
  • Pemerintah Kota Surabaya siap memberikan bantuan apabila terjadi kerusakan akibat cuaca ekstrem, namun membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Kota Surabaya saat ini tengah dikepung bencana cuaca ekstrem, mulai dari hujan, hingga kencang yang menyebabkan pohon tumbang sampai bangunan roboh. Warga pun diminta untuk selalu waspada.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Surabaya dan wilayah sekitarnya berada dalam periode peringatan cuaca ekstrem pada 1–10 Februari 2026. Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan lebat, angin kencang, hujan es, hingga puting beliung.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menginstruksikan seluruh jajaran kewilayahan, mulai dari lurah hingga camat, untuk aktif menyosialisasikan langkah antisipasi kepada warga.

“Cuaca ekstrem karena dalam beberapa hari terakhir kondisinya sangat luar biasa. Beberapa kejadian seperti robohnya reklame dan tumbangnya pohon sudah terjadi, dan (potensi hujan lebat, angin kencang) hal ini sudah kami sampaikan kepada warga melalui lurah dan camat,” ujar Eri, Jumat (6/2/2026).

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, ia mengimbau masyarakat agar tidak berlindung di bawah pohon rindang saat hujan turun, mengingat potensi angin kencang yang dapat membahayakan di ruang terbuka.

“Saat hujan, mohon jangan berteduh di bawah pohon. Lebih aman berlindung di dalam bangunan, karena sekarang kecepatan angin sulit diprediksi. Seperti kemarin, angin kencang bisa menumbangkan pohon besar dan reklame,” tegasnya.

Eri juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca bisa berubah secara tiba-tiba, terutama pada malam hari. Meski pada siang hari angin terasa normal, potensi hujan deras dan angin kencang tetap harus diwaspadai.

“Siang hari mungkin terasa biasa, tapi malam hari bisa berubah mendadak. Hujannya juga tidak bisa diperkirakan. Karena itu saya minta warga Surabaya lebih mawas diri,” tambahnya.

Sejalan dengan imbauan BMKG, warga juga diminta untuk terus memantau prakiraan cuaca harian, berhati-hati saat berkendara di jalan, serta menghindari aktivitas di area rawan saat cuaca memburuk.

Eri menegaskan, fenomena cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan saling menjaga.

“Kita berdoa bersama agar Surabaya dijauhkan dari bencana akibat angin kencang dan cuaca ekstrem,” tuturnya.

Selain itu, Eri memastikan Pemkot Surabaya siap memberikan bantuan apabila terjadi kerusakan akibat cuaca. Seperti yang terjadi di kawasan Manyar beberapa waktu lalu, pemkot langsung turun memberikan bantuan darurat.

“Kalau ada rumah atau atap yang roboh, pemerintah akan hadir membantu. Kita pasang terpal dulu, setelah itu kita bantu perbaikan atapnya, seperti yang kemarin kita lakukan di Manyar,” jelasnya.

Namun demikian, Eri menekankan bahwa penanganan dampak cuaca ekstrem tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan peran aktif seluruh masyarakat agar upaya mitigasi dapat berjalan maksimal.

Sebagai langkah darurat, masyarakat juga diimbau segera menghubungi layanan 112 apabila menemui kejadian gawat darurat akibat cuaca ekstrem. “Tidak semuanya bisa ditangani pemerintah. Kita harus berjibaku bersama, saling menjaga, dan saling mengingatkan,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Kota Surabaya Dikepung Cuaca Ekstream, Warga Diminta Waspada

06 Feb 2026, 10:19 WIBNews