Gas Elpiji Meledak, 3 Warga Trenggalek Alami Luka Bakar Serius

- Tiga warga Trenggalek mengalami luka bakar serius akibat ledakan gas elpiji di rumah Marini, Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek.
- Ledakan terjadi karena ART salah paham instruksi pemilik rumah dan menyalakan kompor saat gas bocor dari regulator yang sudah tidak layak pakai.
- Dapur minim ventilasi membuat gas bocor menumpuk hingga memicu ledakan, namun tidak menyebabkan kerusakan berat pada bangunan.
Trenggalek, IDN Times - Tiga warga Trenggalek harus mendapatkan perawatan intensif karena mengalami luka bakar akibat ledakan gas elpiji. Korban diketahui bernama Marini (75), Winarni (54), Sulastri (61). Mereka mengalami luka bakar cukup serius dalam peristiwa ini. Salah satu korban bernama Winarni bahkan mengalami luka bakar hingga 70 persen. Ledakan ini diduga karena gas elpiji bocor.
1. Diduga ART salah dengar intruksi pemilik rumah

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek, Wasis Widodo, mengatakan peristiwa ini terjadi pagi tadi di rumah Marini, warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek. Saat itu, pemilik rumah Marini mencium bau gas yang bocor. Ia lalu meminta tolong kepada Asisten Rumah Tangga (ART) Sulastri agar memeriksa gas tersebut.
"Kalau gas elpiji hampir habis kan biasanya tercium, pemilik rumah meminta tolong kepada ART untuk mengecek gas. Tapi dia mendengarnya 'nye-klek-an' gas atau menyalakan gas," ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
2. Kondisi regulator juga sudah tidak layak

Percikan dari pemantik api tersebut menyulut ledakan gas hingga ketiga penghuni rumah yang ada di ruangan tersebut menderita luka bakar. Menurut Wasis, regulator kompor gas di dapur tersebut memang sudah tidak layak. Banyak modifikasi agar regulator tetap bisa digunakan. Kebocoran gas tersebut diduga sudah terjadi sejak malam hari sehingga terakumulasi menumpuk di dapur.
"Diduga dari regulator yang sudah tidak layak sehingga kebocoran gas terjadi," ungkapnya.
3. Dapur minim ventilasi diduga gas sudah menumpuk

Kondisi dapur juga diketahui minim ventilasi sehingga gas yang bocor menumpuk di dalam dapur dan tidak dapat keluar. Meskipun terjadi ledakan namun tidak ada kerusakan berat yang terjadi. Bagian kaca, maupun plafon di dapur tersebut masih utuh.
"Saat petugas pemadam kebakaran tiba sudah tidak ada kobaran api, karena sekali ledakan api langsung menghilang. Sedangkan korban dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek," pungkasnya.



















