Cegah Aksi Nekat, Jembatan Cangar Dipagari 2,45 Meter

- Pemprov Jatim telah menyelesaikan pemasangan pagar pengaman permanen setinggi 2,45 meter di Jembatan Kembar Cangar untuk mencegah aksi bunuh diri yang sempat marak terjadi.
- Pagar berbahan BRC dan wiremesh sepanjang 271 meter ini dibangun setelah tahap perencanaan dan pengadaan rampung pada Mei 2026, lalu pengerjaan fisik dimulai Juni 2026.
- Selain pagar, pemerintah juga menambah penerangan jalan dengan opsi lampu tenaga surya karena keterbatasan listrik, demi memperkuat keamanan dan keselamatan masyarakat di kawasan jembatan.
Mojokerto, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memastikan telah merampungkan pemasangan pagar pengaman permanen di Jembatan Kembar Cangar, perbatasan Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah aksi bunuh diri yang beberapa kali terjadi di lokasi tersebut dan sempat menjadi perhatian publik.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Jatim, Ahmad Faathir Wicaksono mengatakan, pengerjaan pagar dimulai pada Juni 2026 setelah seluruh tahapan perencanaan dan pengadaan selesai.
"Sejak Mei 2026 kami telah merampungkan perencanaan teknis dan perhitungan anggaran. Setelah itu masuk tahap mini kompetisi, kemudian pekerjaan fisik dimulai Juni. Fokusnya pemasangan pagar di Jembatan Cangar 1 dan Cangar 2. Sekarang kedua jembatan sudah terpagar semua," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Faathir menjelaskan, pagar dibangun menggunakan konstruksi rangka berbahan BRC dan wiremesh dengan tinggi rata-rata 2,45 meter dan membentang sepanjang 271 meter. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menutup akses yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi aksi nekat.
Selain memasang pagar, Pemprov Jatim juga akan memperkuat sistem keamanan kawasan dengan menambah penerangan jalan di sekitar Jembatan Kembar Cangar. Dinas PU Bina Marga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatum untuk pengadaan lampu penerangan jalan.
Fathir menambahkan, karena keterbatasan jaringan listrik di kawasan tersebut, pemasangan lampu tenaga surya (solar cell) menjadi opsi yang tengah disiapkan. "Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Setiap kejadian menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan keamanan infrastruktur," tegas Faathir.
Sebelum pagar permanen selesai dibangun, Dinas PU Bina Marga lebih dahulu memasang sejumlah spanduk dan papan imbauan di sekitar jembatan sebagai langkah mitigasi awal. Imbauan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan sekaligus mencegah terulangnya peristiwa serupa.
















