Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cuaca Jatim Pekan Ini Kalem, Hujan Cuma Mampir di Sini

Cuaca Jatim Pekan Ini Kalem, Hujan Cuma Mampir di Sini
ilustrasi air kelapa yang dinikmati saat cuaca panas (pexels.com/Alexey Demidov)
Intinya Sih
  • BMKG Juanda memprakirakan cuaca Jawa Timur pekan ini didominasi cerah hingga berawan, dengan potensi hujan lokal di daerah dataran tinggi dan pesisir akibat pengaruh angin laut-darat serta gunung-lembah.
  • Kondisi El Nino moderat dengan indeks ENSO +1,47 membuat pembentukan awan hujan berkurang, sementara IOD netral dan MJO fase 7 menunjukkan tidak ada gangguan atmosfer signifikan hingga 26 Juli 2026.
  • Arah angin dominan dari timur-tenggara berkecepatan maksimal 23 knot menandakan musim kemarau menguat; BMKG mengimbau warga waspada perubahan cuaca lokal dan suhu dingin malam hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times – Cuaca di Jawa Timur (Jatim) pada pekan ini diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga berawan. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda mengingatkan masih ada potensi hujan lokal di sejumlah wilayah, terutama kawasan dataran tinggi dan pesisir akibat pengaruh faktor cuaca setempat.

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Rendy Irawadi mengatakan, hujan yang masih berpotensi terjadi dipicu oleh sirkulasi angin lokal, seperti angin laut-darat maupun angin gunung-lembah.

"Cuaca dalam sepekan diprakirakan cenderung cerah hingga berawan sepanjang hari. Meski demikian, beberapa wilayah seperti daerah dekat dataran tinggi dan pesisir masih berpotensi terjadi hujan lokal akibat faktor lokal, seperti angin laut-darat dan angin gunung-lembah," ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (21/7/2026).

Rendy menjelaskan, dominasi cuaca cerah dipengaruhi kondisi El Nino yang masih berada pada kategori moderat. Berdasarkan pemantauan BMKG, indeks ENSO di wilayah NINO 3.4 tercatat sebesar +1,47, yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jatim.

Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral dengan nilai indeks -0,06. Kondisi tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

BMKG juga mencatat tidak ada gangguan atmosfer yang berpotensi meningkatkan curah hujan di Jatim hingga 26 Juli 2026. Hal itu terlihat dari prediksi Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang cenderung netral hingga positif serta posisi Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 7 atau kondisi netral.

"Artinya, dalam periode ini tidak ada dukungan signifikan dari dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif atau pembentukan awan hujan di Jawa Timur," jelasnya.

Meski demikian, BMKG mencatat masih terdapat kolam air laut hangat di wilayah Selat Madura. Anomali suhu muka laut berkisar antara -1,0 hingga 1,5 derajat Celsius, yang dapat menambah pasokan uap air di kawasan tersebut sehingga peluang hujan lokal masih tetap ada.

Dari sisi angin, analisis BMKG menunjukkan arah angin di Jawa Timur didominasi bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan maksimum mencapai 23 knot atau sekitar 42 kilometer per jam. Pola angin tersebut relatif stabil dan menjadi salah satu indikator menguatnya karakter musim kemarau di Jatim.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai perubahan cuaca yang bersifat lokal, khususnya saat beraktivitas di kawasan pegunungan maupun pesisir. Warga juga diminta mengantisipasi suhu udara yang lebih dingin pada malam hingga pagi hari seiring menguatnya musim kemarau.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Timur

See More