Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ratusan Siswa SMP di Ngawi Jalani KBM di Sekolah yang Memprihatinkan

Ratusan Siswa SMP di Ngawi Jalani KBM di Sekolah yang Memprihatinkan
Kondisi SMP Negeri 1 Bringin, Kabupaten Ngawi yang rusak parah. IDN Times/Riyanto.
Intinya Sih
  • Sebanyak 478 siswa SMPN 1 Bringin di Ngawi terpaksa belajar di ruang darurat karena enam kelas rusak berat dengan atap nyaris roboh dan perabotan tak layak pakai.
  • Pihak sekolah telah mengajukan perbaikan ke Dinas Pendidikan sejak 2024, namun hingga pertengahan 2026 belum ada realisasi sehingga guru harus mengatur ulang ruang belajar sementara.
  • Kondisi bangunan yang rapuh membuat siswa dan guru merasa waswas saat KBM berlangsung, berharap pemerintah segera melakukan renovasi agar kegiatan belajar kembali aman dan nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Ngawi, IDN Times – Hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru di SMP Negeri 1 Bringin, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, justru diwarnai pemandangan yang memprihatinkan. Sebanyak 478 siswa harus memulai aktivitas belajar di sekolah dengan enam ruang kelas rusak, atap yang nyaris roboh, serta meja dan bangku yang sudah tidak layak digunakan.

Pihak sekolah mengaku terpaksa mengatur ulang ruang belajar agar proses pembelajaran tetap berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan siswa.

1. Enam ruang kelas rusak, ratusan siswa terdampak

Riyanto
Kondisi SMP Negeri 1 Bringin, Kabupaten Ngawi yang rusak parah. IDN Times/Riyanto.

Kerusakan terjadi di enam ruang kelas yang digunakan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Salah satu ruang kelas IX yang ditempati sekitar 30 siswa mengalami kerusakan paling parah dengan kondisi atap yang mengancam keselamatan.

Demi menghindari risiko, siswa kelas IX dipindahkan sementara ke aula dan laboratorium, sedangkan sebagian kelas lainnya akan menggunakan musala sekolah sebagai ruang belajar darurat.

Dengan total 478 siswa, hampir seluruh aktivitas belajar di sekolah itu terdampak akibat terbatasnya ruang kelas yang aman digunakan.

2. Pengajuan perbaikan sejak 2024 belum juga terealisasi

Riyanto
Kondisi SMP Negeri 1 Bringin, Kabupaten Ngawi yang rusak parah. IDN Times/Riyanto.

Kepala SMP Negeri 1 Bringin, Sutiyo, mengatakan kerusakan bangunan sudah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi sejak 2024. Namun hingga kini belum ada perbaikan yang direalisasikan.

"Kami hari ini cukup pusing mengatur ruang kelas karena banyak yang rusak. Sebagian siswa kami tempatkan di laboratorium dan aula. Pengajuan perbaikan sudah dilakukan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, pihak sekolah sempat melakukan perbaikan ringan secara mandiri. Namun karena bangunan sudah termakan usia, kerusakan terus bermunculan di ruang kelas lainnya.

3. Siswa belajar dengan rasa waswas

Riyanto
Kondisi SMP Negeri 1 Bringin, Kabupaten Ngawi yang rusak parah. IDN Times/Riyanto.

Kondisi bangunan yang memprihatinkan membuat siswa dan guru tidak nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Selain atap yang rapuh, banyak meja dan bangku yang juga sudah rusak.

"Belajar jadi tidak nyaman karena takut atapnya roboh. Apalagi nanti kalau musim hujan. Semoga pemerintah segera memperbaiki sekolah ini," kata siswi kelas IX, Valen Putri Maharini.

Guru kelas, Aniek Tri Handayani, juga mengaku khawatir terhadap keselamatan siswa. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan renovasi agar proses belajar mengajar dapat berlangsung aman dan nyaman tanpa dihantui rasa takut setiap hari.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Timur

See More