Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dampak Keracunan MBG Sidoarjo Belum Mereda, RS Masih Siaga

Kab. Sidoarjo
Dampak Keracunan MBG Sidoarjo Belum Mereda, RS Masih Siaga
Menu MBG yang dikonsumsi para pelajar pada Selasa 1 September 2026 yang berdampak keracunan massal. (Tangkapan layar fkayer
  • Dinkes Sidoarjo menerapkan sistem on call bagi sekolah terdampak keracunan MBG, sehingga ambulans dapat langsung mengevakuasi siswa atau santri yang kembali mengeluh.
  • Hingga 3 September 2026 pukul 21.00 WIB, sebanyak 746 pasien mendapat perawatan medis usai menyantap MBG dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin.
  • Sebanyak 23 pasien masih dirawat inap, sementara 723 lainnya telah pulang atau menjalani rawat jalan; sejumlah rumah sakit tetap siaga menerima pasien baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sidoarjo, IDN Times – Data korban keracunan MBG di Sidoarjo masih bertambah karena Tim Krisis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo membuat sistem on call kepada lembaga sekolah yang terdampak. Sehingga, saat ada para siswa mengalami keluhan, langsung dilakukan evakuasi ke rumah sakit.

"Sistem On Call, jika sewaktu-waktu ada keluhan dari santri atau siswa, ambulans langsung bergerak," ujar Kepala Dinkes Sidoarjo dr. Lakshmi Herawati Yuwantina, dikonfirmasi IDN Times, Jumat (4/9/2026).

Lakshmi mengatakan, sampai sekarang sejumlah rumah sakit masih siaga untuk menangani pasien terdampak keracunan MBG. "Karena masih ada satu-dua pasien yang datang dengan keluhan sama," katanya.

Sebelumnya, Dinkes Kabupaten Sidoarjo memperbarui data korban yang mengalami keluhan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa 1 September lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Kabupaten Sidoarjo hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 21.00 WIB, tercatat sebanyak 746 pasien yang mengalami keluhan dan mendapatkan perawatan medis di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Dari total data tersebut, sebanyak 23 pasien masih menjalani perawatan atau rawat inap (MRS). Sementara 723 pasien lainnya telah diperbolehkan pulang atau mendapatkan pelayanan rawat jalan (KRS/RAJAL).

“Update korban keracunan makanan Ponpes Manbaul Hikam yang merasakan keluhan dan mendapatkan perawatan medis di fasyankes, dengan cut off data 3 September 2026 pukul 21.00 WIB, total sebanyak 746 pasien,” ujar Lakhsmie.

Sekadar diketahui, petaka keracunan makanan massal para siswa dan santri Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo ini terjadi usai menyantap menu MBG pada Selasa 1 September 2026, saat jam makan siang pukul 13.00 WIB. Kemudian para siswa mayoritas SMP dan SMA ini mengeluhkan muntah dan bertumbangan setelah Asar sekitar pukul 15.00 WIB.

Tim dari Dinkes kemudian merujuk ratusan siswa itu ke sejumlah rumah sakit mulai Selasa sore hingga Rabu 2 September 2026 dan berlanjut Kamis 3 September 2026. Penanganan masih dilakukan hingga hari ini, Jumat 4 September 2026.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More