Trans Jatim Bikin Puas dengan Kepemimpinan Khofifah

- Survei ARCI mencatat Bus Trans Jatim menjadi program Pemprov Jawa Timur dengan kepuasan tertinggi, mencapai 82,5 persen; warga berharap jaringannya diperluas ke wilayah lain.
- Pengelolaan sampah memperoleh kepuasan 81,3 persen, disusul ketahanan pangan dan bansos plus 79,6 persen, serta Perisai Anak dan KIP Jawara 78,1 persen.
- Kepuasan terhadap kinerja Khofifah-Emil mencapai 79,6 persen, namun perbaikan jalan provinsi hanya mendapat 48,4 persen; survei melibatkan 1.200 responden di 38 kabupaten/kota.
Surabaya, IDN Times - Sejumlah program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mulai mendapat respons positif dari masyarakat. Transportasi publik, pendidikan, pengelolaan sampah hingga perlindungan sosial menjadi program yang dinilai paling dirasakan manfaatnya oleh warga.
Temuan tersebut terungkap dalam survei terbaru Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) yang mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap program Khofifah-Emil selama sekitar satu setengah tahun periode kedua kepemimpinan mereka.
Peneliti ARCI Baihaki Sirajt mengatakan, Bus Trans Jatim menjadi program dengan tingkat kepuasan tertinggi. Sebanyak 82,5 persen responden menyatakan puas terhadap layanan transportasi publik tersebut.
“Bus Trans Jatim tertinggi, dan harapan masyarakat adalah program Bus Trans Jatim terus diperluas ke wilayah-wilayah lain di Jawa Timur,” ujarnya saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Baihaki menyebut, tingginya kepuasan tersebut menunjukkan masyarakat membutuhkan transportasi umum yang semakin luas dan mudah dijangkau. Saat ini, Trans Jatim telah memiliki delapan koridor.
“Warga ingin transportasi umum bisa dijamin oleh pemerintah, dan itu mulai digarap oleh Khofifah saat memimpin Jatim,” katanya.
Selain transportasi publik, pengelolaan sampah juga masuk dalam jajaran program yang mendapat respons tinggi. Sebanyak 81,3 persen warga menyatakan puas terhadap pengelolaan sampah yang dilakukan Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten/kota.
Program ketahanan pangan dan bansos plus juga mendapat tingkat kepuasan 79,6 persen. Sementara program Perisai Anak dan KIP Jawara yang tergolong relatif baru memperoleh kepuasan 78,1 persen.
“Sebanyak 78,1 persen warga Jatim puas dengan program Perisai Anak dan KIP Jawara. Harapannya program tersebut terus dijalankan secara konsisten,” jelas Baihaki.
Di sektor pendidikan, program beasiswa bagi siswa SMA/SMK swasta dari keluarga tidak mampu juga mendapat respons positif. Sebanyak 76,8 persen responden menyatakan puas.
Meski tingkat kepuasannya tinggi, masyarakat tetap memberikan catatan. Warga berharap Pemprov Jatim terus memperkuat pengawasan untuk menekan praktik pungutan liar di sekolah SMA/SMK negeri. “Sejauh ini kepuasan warga tinggi terhadap komitmen Khofifah-Emil di sektor pendidikan,” katanya.
Program pemutihan pajak kendaraan bermotor juga mendapat respons positif dengan tingkat kepuasan 77,7 persen. Namun, ARCI menemukan sejumlah masukan masyarakat terkait pelaksanaannya, termasuk soal penghapusan denda dan peningkatan pelayanan Samsat Corner.
Baihaki mengatakan secara umum tingginya kepuasan terhadap berbagai program tersebut turut tercermin dalam penilaian masyarakat terhadap kinerja Khofifah-Emil secara keseluruhan. “Tingkat kepuasan warga terhadap Khofifah-Emil di periode kedua menjabat di angka 79,6 persen,” ungkapnya.
Meski mayoritas program mendapat penilaian positif, survei tersebut juga menunjukkan masih terdapat pekerjaan rumah, terutama pada sektor infrastruktur jalan. Kepuasan warga terhadap perbaikan jalan provinsi oleh Dinas PU Bina Marga Jatim hanya 48,4 persen.
Diektahui, survei ARCI dilakukan pada 18-28 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden di 38 kabupaten/kota Jawa Timur. Survei menggunakan metode stratified random sampling dengan margin of error 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

















