Kunjungi Korban Keracunan MBG di Sidoarjo, Khofifah: 24 Pasien Pulang

- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau pasien dugaan keracunan MBG di RS Siti Hajar Sidoarjo; dari 27 pasien, 24 dijadwalkan pulang Kamis pagi.
- Tiga pasien masih menjalani observasi, sementara keluhan utama seperti mual dan pusing dilaporkan sudah tidak dirasakan oleh pasien yang ditemui Khofifah.
- Dinkes Sidoarjo mencatat 666 pasien hingga 3 September pukul 06.00 WIB; pemerintah menelusuri penyebab kejadian dan mengevaluasi penyediaan makanan MBG.
Sidoarjo, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memastikan kondisi pasien dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo berangsur membaik. Dari 27 pasien yang menjalani perawatan, sebanyak 24 pasien dipastikan dapat pulang pada Kamis (3/9/2026) pagi.
Hal itu disampaikan Khofifah usai melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pasien di RS Siti Hajar Sidoarjo, Kamis pagi. “Kalau di Siti Hajar, yang sedang dirawat ada 27 pasien. Dua puluh empat insyaAllah hari ini pagi ini bisa pulang. Tiga untuk observasi lagi, tapi mudah-mudahan sore juga bisa pulang,” ujarnya.
Khofifah mengatakan, kondisi para pasien secara umum sudah baik. Ia juga sempat berkomunikasi dengan sejumlah pasien untuk memastikan keluhan yang sebelumnya dirasakan masih muncul atau tidak.
Menurutnya, keluhan yang paling banyak disampaikan pasien adalah mual dan pusing. Namun, saat ditanyakan kembali kepada pasien, keluhan tersebut sudah tidak dirasakan. “Yang saya tanya kepada semua pasien, mual dan pusing sudah tidak ada,” katanya.
Khofifah menegaskan, 24 pasien yang sudah dinyatakan dapat menjalani rawat jalan akan dipulangkan setelah proses administrasi dan pemeriksaan medis selesai. Sementara tiga pasien lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi mereka benar-benar stabil.
“Yang insyaAllah sudah clear KRS, sudah pulang pagi ini itu bisa 24. Tiga diobservasi lagi, tapi mudah-mudahan sore juga bisa kembali,” jelasnya.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu mengatakan pemantauan tidak hanya dilakukan di RS Siti Hajar. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus memonitor kondisi pasien yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit lainnya.
“Begitu juga di beberapa rumah sakit yang lain ya, yang ada siswa dirawat,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat total pasien dalam kasus dugaan keracunan MBG mencapai 666 orang hingga Kamis (3/9) pukul 06.00 WIB. Sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang, sementara sejumlah pasien lainnya masih menjalani observasi di beberapa fasilitas kesehatan.
Pemerintah masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kejadian tersebut sekaligus mengevaluasi pelaksanaan penyediaan makanan MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
















