64 Siswa Nganjuk Terdampak Keracunan MBG, 53 Masih Dirawat

- Sebanyak 64 siswa SMAN 3 Nganjuk terdampak dugaan keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis pada Rabu, 2 September 2026.
- Dari total tersebut, 53 siswa masih dirawat: 22 di RSUD Nganjuk, 24 di RS Bhayangkara, empat di RSI, dan tiga di Puskesmas Wilangan.
- Menu MBG disediakan SPPG Nganjuk Begadung 2; penyebab pasti keluhan masih diselidiki, sementara Satgas MBG Jawa Timur memantau dan berkoordinasi.
Nganjuk, IDN Times - Jumlah siswa SMAN 3 Nganjuk yang terdampak dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bertambah. Hingga Rabu (2/9/2026) malam, tercatat 64 siswa terdampak dan tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Nganjuk.
Ketua Satgas MBG Jawa Timur sekaligus Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membenarkan adanya pembaruan data tersebut. Berdasarkan laporan terbaru, dari total 64 siswa terdampak, 53 siswa masih berada di fasilitas kesehatan, sementara 11 siswa telah diperbolehkan pulang.
“Update terbaru dugaan kejadian menonjol setelah mengonsumsi MBG,” ujarnya kepada IDN Times.
Rincian penanganan menunjukkan, 22 siswa saat ini berada di RSUD Nganjuk untuk mendapatkan penanganan medis. Kemudian 24 siswa menjalani penanganan di RS Bhayangkara Nganjuk.
Sementara itu, sebanyak 15 siswa sempat mendapatkan penanganan di RSI Nganjuk. Dari jumlah tersebut, 11 siswa telah diperbolehkan pulang sehingga saat ini masih tersisa empat siswa yang menjalani perawatan di RSI Nganjuk.
Selain itu, tiga siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Wilangan.
Maka, total siswa yang masih berada di fasilitas kesehatan mencapai 53 orang, terdiri dari 22 siswa di RSUD Nganjuk, 24 siswa di RS Bhayangkara Nganjuk, empat siswa di RSI Nganjuk, dan tiga siswa di Puskesmas Wilangan.
Adapun 11 siswa yang sebelumnya menjalani penanganan di RSI Nganjuk telah dinyatakan dapat pulang.
Kasus tersebut bermula setelah siswa SMAN 3 Nganjuk mengonsumsi menu MBG pada Rabu (2/9). Makanan yang disediakan SPPG Nganjuk Begadung 2 untuk porsi besar itu terdiri atas nasi goreng, ayam suwir, telur dadar iris, tahu bulat, acar timun-wortel, dan semangka.
Meski terdapat dugaan keterkaitan antara konsumsi makanan MBG dengan keluhan yang dialami siswa, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.
Satgas MBG Jawa Timur terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa yang masih mendapatkan perawatan sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri kejadian tersebut.

















