Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Keracunan MBG di Nganjuk, SPPG Begadung 2 Jadi Penyedia Menu

Kab. Nganjuk
Keracunan MBG di Nganjuk, SPPG Begadung 2 Jadi Penyedia Menu
Evakuasi korban diduga keracunan MBG di Nganjuk. Dok. Istimewa.
  • Puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk mengalami mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap Makan Bergizi Gratis pada 2 September 2026; data terbaru mencatat 58 siswa terdampak.
  • Menu MBG untuk SMAN 3 Nganjuk dipasok SPPG Nganjuk Begadung 2 dan berisi nasi goreng, ayam suwir, telur dadar iris, tahu bulat, acar, serta semangka.
  • Penyebab gejala belum dipastikan; siswa mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, sementara sekolah diminta berkoordinasi dan mengevaluasi pengolahan hingga distribusi makanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Nganjuk, IDN Times - Puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk mengalami gejala diduga keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026). Makanan yang dikonsumsi para siswa tersebut diketahui dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nganjuk Begadung 2.

Ketua Satgas MBG Jawa Timur sekaligus Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membenarkan bahwa makanan untuk siswa SMAN 3 Nganjuk tersebut berasal dari SPPG Nganjuk Begadung 2.

“Benar dari SPPG Nganjuk Nganjuk Begadung 2,” ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times, Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan data penyedia MBG, SPPG tersebut memiliki ID S2CRJNTE dan beralamat di Jalan Midas RT 004/RW 003, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Adapun makanan MBG yang dibagikan kepada siswa SMAN 3 Nganjuk pada Rabu (2/9) merupakan kategori porsi besar, yang diperuntukkan bagi siswa SD kelas 4–6, SMP, SMA, serta guru dan tenaga pendidik.

Menu yang disajikan terdiri atas nasi goreng, ayam suwir, telur dadar iris, tahu bulat, acar timun-wortel, dan semangka.

Dalam informasi kandungan gizi, satu porsi menu tersebut tercatat memiliki energi 568,65 kilokalori, protein 24,05 gram, lemak 23,89 gram, dan karbohidrat 66,33 gram.

Namun, belum dapat dipastikan apakah menu MBG tersebut menjadi penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa. Pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber maupun penyebab kejadian tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut jumlah siswa yang mengalami gejala terus diperbarui. Informasi terakhir dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah setempat menyebut terdapat 58 siswa yang terdampak.

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan seperti mual, pusing hingga muntah setelah mengonsumsi makanan MBG. Sebagian korban kemudian mendapatkan penanganan di Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk, dan RS Bhayangkara Nganjuk.

Aries juga meminta agar sekolah berkoordinasi dengan SPPG dan dilakukan evaluasi terhadap penyedia MBG tersebut. Evaluasi juga diperlukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa, telah sesuai dengan standar dan prosedur yang ditetapkan.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More