Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Korban Keracunan MBG Masih Bertambah, Ambulans Bersiaga di Ponpes

Kab. Sidoarjo
Korban Keracunan MBG Masih Bertambah, Ambulans Bersiaga di Ponpes
Kondisi posko Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo, Rabu (2/9/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Korban dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan diare terus berdatangan ke posko Ponpes Manbaul Hikam; sekitar 30-40 santri tambahan tercatat sejak pagi.
  • Ambulans dan tenaga medis bersiaga, sementara pengurus memeriksa santri secara berkala di asrama. Pasien ditangani di posko atau dirujuk ke rumah sakit sesuai kondisi.
  • Hingga 2 September 2026 pukul 12.00 WIB, sekitar 566 santri diduga keracunan makanan usai makan MBG telah ditangani; 88 masih dirawat inap di sejumlah rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sidoarjo, IDN Times - Sejumlah ambulans dan tenaga medis masih bersiaga di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo. Korban mengeluh mengalami gejala mual dan muntah masih terus berdatangan di Posko Pondok Pesantren Manbaul Hikam.

Pantauan IDN Times, delapan orang santriwati nampak datang ke posko. Tak lama, para santriwati tersebut masuk ke dalam ambulans.

Terlihat juga dua orang santri juga datang dengan kondisi lemas sambil memegangi perutnya. Santri iru kemudian diperiksa oleh petugas medis yang sedang bersiaga.

Waka Kesiswaan Madrasah Aliyah (MA) Manbaul Hikam, Sidoarjo, Labiburrahman mengatakan, sejak pagi tadi santri terus berdatangan ke posko. Jumlahnya kurang lebih 40 santri.

"Untuk data awal ini yang kita dapat itu sekitar 30-an sampai 40 yang terbaru. Ini masih ada penambahan lagi. Yang terbaru ini ada delapan putri sama dua putra," ucap dia.

Mayoritas dari mereka mengeluh mual dan pusing. Gejala ini sama dengan yang dialami ratusan santri pasa Selasa (1/9/2026) malam. "Sama kayak yang kemarin. Jadi, mual, pusing, muntah, diare," ungkap dia.

Labiburrahman menyebut, Pondok Pesantren melakukan pengecekan secara berkala terhadap seluruh santri. Hal ini untuk memastikan mereka mendapat penanganan.

"Kita krosecek terus-menerus eh berkala. Jadi, di beberapa asrama itu kita tempatkan dari perwakilan pengurus untuk memkroscek apa ada keluhan eh mual atau apa. Kalau memang ada, langsung kita bawa di sini," terang dia.

Santri yang datang ke posko akan mendapatkan penanganan awal. Bila kondisinya parah maka akan segera diilarikan ke rumah sakit.

"Puskesmas atau petugas kesehatan yang sudah standby di sini untuk memeriksa dan mengondisikan kira-kira bisa dibawa ke rumah sakit atau cuma hanya butuh penanganan di posko ini saja," jelasnya.

Bila kondisi mereka membaik, mereka boleh pulang atau jika masih ingin berada di asrama pondok juga diperkenankan. Begitu juga yang mendapatkan penanganan di rumah sakit, bila sudah membaik maka mereka boleh pulang.

"(Santri dari rumah sakit) Karena sudah didampingi sama orang tua juga dan sudah bolehkan untuk pulang ke rumah," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, ratusan santri dan siswa mengalami keracunan makanan diduga usai makan MBG. Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo, Selasa (1/9/2026).

Hingga Rabu (2/9/2026) pukul 12.00 WIB, terdapat sekitar 566 santri yang mendapat penanganan akibat dugaan keracunan tersebut. Jumlah itu merupakan 531 santri yang sebelumnya tercatat ditambah sekitar 35 santri yang kembali dievakuasi dari lokasi pesantren.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 santri masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Dinkes Jatim menyiagakan sekitar sembilan rumah sakit untuk menangani para pasien.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More