Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bikin Geger, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Kebun Warga Magetan

Kab. Magetan
Bikin Geger, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Kebun Warga Magetan
Bayi yang diduga lahir prematur itu ditemukan di bawah pohon kapas atau randu, sekitar 200 meter dari rumah warga Desa Sumbersawit, Panekan, Magetan. IDN Times/Riyanto.
  • Bayi laki-laki diduga prematur ditemukan di bawah pohon kapas di kebun Desa Sumbersawit, Magetan, Jumat pagi, setelah ibunya melahirkan di rumah.
  • Penyelidikan awal menyebut ibu bayi, seorang pelajar SMK, meminta kekasih mengantarnya ke puskesmas akibat pendarahan dan mengungkap lokasi bayinya.
  • Bayi serta ibunya dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan; polisi menyelidiki dugaan bayi ditinggalkan karena malu hamil di luar nikah dan meminta publik tak berspekulasi.
  • Warga Desa Sumbersawit, Magetan, menemukan bayi laki-laki diduga prematur di bawah pohon kapas di kebun, Jumat pagi, sekitar 200 meter dari rumah warga.
  • Penyelidikan awal menyebut bayi dilahirkan di rumah oleh seorang pelajar SMK, lalu ditaruh di kebun sebelum ibunya meminta kekasih mengantarnya ke puskesmas akibat pendarahan.
  • Bayi dan ibunya dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan; polisi masih menyelidiki motif serta belum memeriksa ibu karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Magetan, IDN Times – Warga Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dibuat geger dengan penemuan bayi laki-laki di sebuah kebun, Jumat (4/9/2026) pagi. Bayi yang diduga lahir prematur itu ditemukan di bawah pohon kapas atau randu, sekitar 200 meter dari rumah warga.

Polisi kini turun tangan menyelidiki kasus tersebut. Dari hasil penyelidikan awal, bayi itu diketahui baru saja dilahirkan oleh seorang pelajar SMK.

Kasi Humas Polres Magetan, Iptu Indra Suprihatin, mengatakan peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 05.30 WIB. Ibu bayi menghubungi kekasihnya untuk meminta diantar ke Puskesmas Sidorejo karena mengalami pendarahan setelah melahirkan.

Sesampainya di puskesmas, petugas menanyakan keberadaan bayi yang baru dilahirkannya. Ibu bayi kemudian mengatakan bayinya berada di bawah pohon kapas di sebuah kebun yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.

“Bayi itu dilahirkan di tempat tidur rumahnya sendiri, lalu ditaruh ke kebun belakang rumah. Kemudian menghubungi pacarnya untuk minta tolong diantar ke puskesmas karena mengalami pendarahan,” ujar Indra.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsubsektor Sidorejo bersama tenaga kesehatan desa langsung mendatangi lokasi. Bayi kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Tim Inafis dan penyelidik Unit IV/PPA Satreskrim Polres Magetan juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sejumlah pihak telah dimintai keterangan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian tersebut. Sementara itu, ibu bayi belum dapat diperiksa karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.

“Kadar darahnya rendah sekali, jadi masih perlu perawatan,” kata Indra.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga ibu bayi meninggalkan bayinya di kebun karena merasa malu hamil di luar nikah. Namun, dugaan tersebut masih terus didalami penyidik.

“Motifnya diduga karena malu hamil di luar nikah, tapi hal itu masih kami dalami,” jelasnya.

Saat ini, bayi dan ibunya masih menjalani perawatan di RSUD dr Sayidiman Magetan.

Polres Magetan memastikan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan Unit IV/PPA Satreskrim. Polisi juga mengimbau masyarakat tidak membuat kesimpulan maupun spekulasi sebelum penyelidikan selesai.

“Kami meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi lebih jauh sebelum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian,” pungkas Indra.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More