Ngawi, IDN Times – Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Raya Ngawi–Caruban, tepatnya di Desa Kedungprahu, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan lima orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kasatlantas Polres Ngawi, AKP Yuliana Plantika, menjelaskan kecelakaan tersebut melibatkan sebuah truk wing box, minibus yang membawa rombongan pengantin, serta sepeda motor. “Awalnya sepeda motor Honda Vario melaju dari arah barat ke timur. Di depannya ada minibus berisi 17 penumpang, dan di depan lagi terdapat truk wing box,” jelas Yuliana.

Truk wing box bernopol B 9530 UEY yang dikemudikan Nurudin (50), warga Sleman, Yogyakarta, disebut tiba-tiba mengurangi kecepatan hingga berhenti mendadak. Di saat bersamaan, minibus bernopol K 7219 LA yang dikemudikan Tresno Widianto (43), warga Pati, Jawa Tengah, diduga kurang memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya.

Akibatnya, tabrakan tak terhindarkan. Bagian depan minibus menghantam bagian belakang truk. Sementara sepeda motor Honda Vario bernopol AE 6198 JAG yang dikendarai Nafiul Fakhmi (22) bersama pemboncengnya, Kasriyah Al Sri Nur Hasanah (47), juga ikut terlibat karena tidak sempat menjaga jarak aman.

“Minibus menabrak bagian belakang truk, lalu sepeda motor juga menyentuh bagian belakang minibus,” imbuhnya.

Akibat kecelakaan tersebut, lima orang mengalami luka-luka yang terdiri dari penumpang dan pengemudi minibus serta pengendara sepeda motor. Seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Widodo untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan pada ketiga kendaraan yang terlibat.

Saat ini, petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas di lokasi, serta mengumpulkan keterangan saksi. Kendaraan yang terlibat juga telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Anggota sudah di lokasi untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Yuliana.