Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Produksi Kopi Jatim 78,8 Ribu Ton Pertahun, Konsumsi 50 Persen

Produksi Kopi Jatim 78,8 Ribu Ton Pertahun, Konsumsi 50 Persen
Pameran kopi, Indonesia Coffee Expo Surabaya 2026. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Produksi kopi Jawa Timur mencapai 78,8 ribu ton per tahun dan menempati posisi keempat nasional setelah Sumatera Selatan, Lampung, dan Sumatera Utara.
  • Konsumsi kopi masyarakat Jatim hanya sekitar 34 ribu ton per tahun atau kurang dari 50 persen dari total produksi yang dihasilkan.
  • Pemerintah dan pelaku industri berupaya meningkatkan penyerapan kopi melalui pameran serta kolaborasi komunitas agar konsumsi dan ekosistem kopi tumbuh lebih optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Produksi biji kopi Jawa Timur menempati urutan keempat nasional. Tetapi, konsumsi kopi masyarakatnya tak sampai 50 persen, sehingga produksi kopi di Jatim dapat dikatakan belum terserap maksimal.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Jawa Tengah, Heru Suseno mengatakan, produksi kopi Jawa Timur mencapai 78,8 ribu ton pertahun. Jatim berada di urutan keempat setelah Sumatera Selatan, Lampung dan Sumatera Utara.

"Kita punya peran penting sekali terhadap industri kopi nasional. Karena posisi produksi kita itu nomor empat di Indonesia setelah Sumatera Selatan, kemudian Lampung, Sumatera Utara, dan Jawa Timur," ujarnya di pameran kopi Indonesia Coffee Expo (ICX) Surabaya 2026, Jumat (29/5/2026).

Sementara, konsumsi kopi di Jatim adalah 34 ribu ton pertahun. Jumlah ini tak sampai 50 persen dari total produksi secara keseluruhan.

"Nah, ini kalau kita bicara konsumsi memang Jawa Timur ini walaupun penghasil kopi tapi konsumsinya masih 50 persen sekitar 34 ribu ton," ungkap dia.

Heru menyebut, perkembangan kedai kopi hingga warung kopi ternyata belum mampu mendongkrak penyerapan produksi kopi secara maksimal.

Berbagai strategi telah dilakukan Pemprov Jatim untuk menyerap produksi kopi, salah satunya menjual produk andalan ke berbagai wilayah di Indonesia.

"Tetapi surplus itu kan kemudian kalau kopi itu polanya kan tidak bisa ke sini Jawa Timur dikirim ke luar provinsi misalnya Sulawesi, Sumatra, kita bertukar," ungkap dia.

Salah satu andalan kopi asal Jawa Timur yang cukup terkenal di kancah nasional adalah Arabika asal Gunung Ijen dan Ruang. Kemudian ada juga kopi exelsa asal Wonosalam, Jombang dengan aroma buah yang khas.

"Karena taste dari masing-masing wilayah itu sangat beda. Karena memang agroklimatnya beda-beda, kalau kita bicara Ijen, Raung yang ada di wilayah Situbondo, Bondowoso, kemudian Banyuwangi yang (kopi) Ijennya dikenal dengan arabikanya," kata dia.

Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo mengatakan, penggerak ekonomi Indonesia saat ini salah satunya adalah hotel, restoran, kafe (Horeka). Menjamurnya kafe di berbagai daerah di Indonesia menjadikan kopi sebagai salah satu ekosistem penggerak ekonomi.

"Yang menariknya, berdasarkan data 2025 Indonesia peringkat keempat ya untuk produsen kopi dengan produksi 10,7 juta kantong kopi per tahun, I believe salah satunya Jawa Timur menjadi salah satu produsen kopi yang utama di Indonesia," ungkap dia.

Sementara itu, tingkat konsumsi per kapita individu di Indonesia tergolong rendah yaitu 1-1,1 kg per tahun. "US itu 4,8 kilo per tahun per kapita, Europe itu 5,7 kilo per tahun. Brazil 6,4 kilo per tahun," paparnya.

Pameran ini diharapkan bisa jadi ajang edukasi warga, agar tingkat konsumsi kopi per kapita meningkat 8-12 kg per tahun.

Vice Project Director ICX , Rumpoko Hadi menambahkan, industri kopi menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Dengan adanya pameran ini, dia berharap agar produksi kopi Jatim bisa terserap maksimal.

"Pertumbuhan tersebut tentunya membutuhkan sebuah wadah, sebuah komunitas untuk mempertemukan para pelaku industri, komunitas, pencipta kopi sehingga masyarakat luas dalam suatu kolaborasi dengan pengembangan ekosistem yang lebih lengkap dan menyatu," ujarnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More