Lacak CCTV, Pelaku Pelempar Pos Polisi Dikejar

- Polrestabes Surabaya dan Jatanras Polda Jatim memburu pelaku pelemparan benda yang diduga bom molotov ke dua pos polisi melalui koordinasi dan penelusuran CCTV.
- Polisi memeriksa rekaman Dishub serta kamera di Jalan Ahmad Yani untuk mengidentifikasi pelaku, kendaraan, dan rute pelarian; petunjuk awal mengarah pada pengendara motor bebek berhelm biru.
- Jenis benda, pemicu, dan motif aksi masih didalami penyidik. Dua pos tetap berfungsi, sementara situasi keamanan Surabaya dipastikan kondusif.
Surabaya, IDN Times – Polisi bergerak cepat memburu pelaku pelemparan benda yang diduga bom molotov ke dua pos polisi di Surabaya. Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya dan Jatanras Polda Jatim kini intensif berkoordinasi untuk mengungkap identitas pelaku.
Penyelidikan dilakukan dengan membagi tugas untuk melacak pergerakan pelaku sebelum hingga sesudah aksi. Salah satu fokus utama polisi adalah memburu jejak kendaraan yang digunakan pelaku melalui rekaman kamera pengawas.
Polisi berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya untuk membuka dan memeriksa rekaman CCTV milik Dishub yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Tak hanya itu, sejumlah kamera pengawas lain yang terpasang di sepanjang Jalan Ahmad Yani, terutama di sekitar dua lokasi kejadian dan jalur yang diduga dilalui pelaku, turut ditelusuri.
Rekaman CCTV diperiksa secara berlapis dengan mencocokkan rekaman dari sejumlah titik. Polisi berharap jejak visual tersebut dapat mengungkap identitas pelaku, kendaraan yang digunakan hingga arah pelariannya.
Dari penelusuran awal, polisi mengarah pada seorang pengendara motor bebek yang mengenakan helm biru. Ciri tersebut sesuai dengan kesaksian Yudi, petugas palang pintu Dishub Surabaya yang berada di sekitar lokasi.
Yudi sebelumnya mengaku melihat seorang pengendara motor berhenti di dekat pos polisi. Tak lama kemudian, pengendara tersebut diduga menyalakan api pada sebuah botol dan melemparkannya ke arah pos sebelum melarikan diri.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan penyidik Polrestabes Surabaya masih mengumpulkan bukti dan mendalami rangkaian kejadian tersebut.
"Saat ini juga petugas kami dari Polrestabes Surabaya masih mengumpulkan bukti-bukti, kemudian mencari kronologis kejadiannya seperti apa, serta penyebab dari kejadian itu seperti apa. Saat ini masih dilakukan pendalaman," ujar Jules, Minggu (16/8/2026).
Namun, polisi belum memastikan benda yang dilempar ke dua pos tersebut merupakan bom molotov. Jenis benda dan pemicunya masih menjadi bagian dari penyelidikan.
"Perlu saya sampaikan bahwa saat ini juga penyidik dari Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan terkait jenis benda itu sendiri. Sehingga belum dapat kami pastikan jenis bendanya seperti apa maupun penyebabnya seperti apa," tegasnya.
Polisi kini masih mengembangkan penyelidikan untuk memastikan apakah aksi tersebut sekadar gangguan keamanan, tindakan iseng, atau memiliki motif lain. Sementara itu, dua pos polisi yang menjadi lokasi kejadian tetap dapat digunakan dan situasi keamanan di Surabaya dipastikan kondusif.














