KN Permadi Dikerahkan Cari ABK Hilang di Perairan Sampang

- Seorang ABK bernama Sri Sapto (29) dari kapal MT Kusuma 1 dilaporkan hilang di perairan utara Sampang setelah diduga terjatuh dari sisi kiri kapal pada Selasa malam.
- Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi untuk menyisir area seluas 235 mil laut persegi, dibantu tim gabungan dan koordinasi dengan kapal sekitar.
- Cuaca di lokasi relatif aman menurut BMKG, namun pencarian tetap dilakukan dengan kewaspadaan tinggi hingga Kamis petang korban belum ditemukan dan operasi dilanjutkan esok hari.
Sampang, IDN Times - Satu Orang anak buah kapal (ABK) MT Kusuma 1 yang dilaporkan hilang di perairan laut utara Kabupaten Sampang. Korban kini sedang dalam pencarian Kantor SAR Kelas A Surabaya menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi, Kamis (28/5/2026).
ABK tersebut adalah Sri Sapto (29). Korban sebelumnya dilaporkan hilang, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 19.20 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi mata dan hasil pemeriksaan awal, Sri Sapto diduga jatuh ke laut dari sisi gang way sebelah kiri kapal saat MT Kusuma 1 melintas di perairan utara Sampang. Lokasi kejadian berada di koordinat 06⁰ 34,839° LS dan 113⁰ 10,066° BT.
Mengetahui adanya kru yang hilang, nahkoda kapal segera mengaktifkan prosedur man overboard sesuai panduan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) perusahaan. Upaya pencarian awal dilakukan oleh awak kapal sebelum akhirnya dilaporkan kepada instansi terkait.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit zelaku SMC dalam operasi SAR ini mengatakan, KN SAR 249 Permadi diberangkatkan dari Dermaga Navigasi Tanjung Perak dengan membawa satu tim rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya.
“KN SAR 249 Permadi bergerak menuju lokasi pencarian dengan kecepatan sekitar 14 knot dan menempuh jarak kurang lebih 55,8 mil laut. Setibanya di area pencarian sekitar pukul 10.00 WIB, tim rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya langsung melakukan penyisiran di area seluas 235 mil laut persegi,” ujar Nanang.
KN SAR 249 Permadi melakukan broadcast dengan kapal-kapal yang ada di sekitar area pencarian, seperti dengan Kapal Marine Hawk 2. Pemapelan informasi ini bertujuan agar mereka memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban yang sedang dicari.
Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di perairan utara Sampang relatif aman dengan cuaca cerah berawan. Kecepatan angin berkisar 6-15 knot dari arah timur hingga tenggara, tinggi gelombang antara 0,4-0,7 meter, serta arus laut berkisar 0,7-1,4 knot. Meski demikian, tim SAR gabungan tetap melakukan pencarian dengan kewaspadaan tinggi.
Selain upaya pencarian di laut, Kantor SAR Kelas A Surabaya juga mengerahkan tim Pos SAR Sumenep untuk melakukan pemantauan di sepanjang garis pantai Kabupaten Sampang. SRU darat turut berkoordinasi dengan instansi terkait dan nelayan sekitar guna menyebarluaskan informasi hilangnya korban sekaligus memperluas pengamatan di wilayah pesisir.
Operasi SAR tersebut melibatkan sejumlah unsur gabungan, antara lain KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Gresik, VTS Surabaya, UPP Kelas III Telaga Biru, serta nelayan setempat.
Hingga Kamis petang, korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Jumat (29/5/2026).

















