Balon Udara Berisi Mercon di Tulungagung Meledak Rusak Rumah Warga

- Rumah Sopingi di Desa Tanggulwelahan, Tulungagung rusak setelah tertimpa balon udara berisi petasan yang meledak di atap rumahnya.
- Sopingi sempat mencoba mengambil balon karena khawatir api menyebar, namun petasan di dalamnya meledak tiga kali dan merusak bagian atap rumah.
- Polisi masih menyelidiki asal balon udara bertuliskan 'Gareng Gank Tengah' yang diduga datang dari arah utara.
Tulungagung, IDN Times - Rumah milik Sopingi (53) warga Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung rusak setelah tertimpa balon udara berisi petasan. Sejumlah genteng di rumah tersebut hancur karena ledakan petasan yang terpasang di balon udara ini. Polisi yang tiba di lokasi kejadiang langsung melakukan olah TKP. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
1. Pemilik rumah mendengar suara benda jatuh di atas rumah

Sopingi mengatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 06.30 WIB. Saat itu Sopingi mendengar suara keras balon terjatuh di atas rumah. Dengan menggunakan tangga Sopingi naik ke atap rumah dan melihat balok berukuran besar terjatuh. Karena melihat ada api yang menyala, Sopingi berniat mengambil balon tersebut.
"Saya khawatir api merembet dan membuat kebakaran karena itu balon saya ambil, " ujarnya, Jumat (3/4/2026).
2. Petasan meledak saat pemilik rumah berusaha mengevakuasi balon

Naas saat diambil diduga api mengani sumbu petasan yang terpasang dan meledak. Suara ledakan terdengar sebanyak 3 kali dan cukup keras. Beruntung Sopingi tidak mengalami luka akibat ledakan tersebut. Namun bagian atap rumahnya rusak parah. "Yang rusak atap bagian kamar, ruang samping dan tengah, " tuturnya.
3. Balon udara bertuliskan gareng gank tengah

Sementara itu, Kapolsek Besuki AKP M Samsun menerangkan hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Dari keterangan sejumlah saksi balon udara berisi petasan ini diduga berasal dari arah utara. Pada bagian balon berukuran 6,5 meter ini terdapat tulisan Gareng Gank Tengah. "Proses penyelidikan masih berlangsung nanti kita informasikan lebih lanjut, " pungkasnya.



















