Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Soroti Board of Peace, Jusuf Kalla: Harus Berujung Pengakuan Palestina

IMG-20260206-WA0282.jpg
Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan 12, Muhammad Jusuf Kalla (JK). (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya sih...
  • JK: Indonesia bergabung dalam Board of Peace untuk membantu Palestina
  • Board of Peace harus memberi dampak positif dan pengakuan kepada Palestina
  • Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace pada Januari 2026
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla (JK), turut memberikan tanggapan terkait bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace atau Badan Perdamaian. Keputusan Indonesia bergabung dalam badan tersebut diharapkan dapat membantu perjuangan Palestina.

JK mengatakan bahwa Board of Peace harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian. Menurutnya, setiap keputusan yang diambil harus bermuara pada pengakuan terhadap Palestina.

“Ya, tentu harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian oleh kita semua, bahwa ujung dari keputusan itu harus memberikan kemampuan sekaligus pengakuan kepada Palestina,” ujarnya usai menghadiri Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MSA PTN-BH) di Universitas Airlangga (Unair) Kampus C Surabaya, Jumat (6/2/2026).

Ia menegaskan bahwa Board of Peace harus memberikan dampak nyata terhadap posisi Palestina di tingkat global. Oleh karena itu, ia berharap badan tersebut tidak bersifat sepihak.

Negara-negara yang tergabung di dalamnya juga harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu Palestina, termasuk negara-negara Islam. “Harus berjalan. Negara-negara Islam juga harus memiliki manfaat dan keteguhan untuk membantu Palestina,” terang JK.

Sebagai informasi, Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada akhir Januari 2026. Organisasi internasional baru tersebut diklaim bertujuan mendorong stabilitas, memulihkan tata kelola pemerintahan, serta mewujudkan perdamaian berkelanjutan di wilayah konflik, termasuk Gaza dan kawasan Timur Tengah.

Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam Board of Peace disebut didasarkan pada komitmen Indonesia untuk turut serta menjaga perdamaian dunia, termasuk di kawasan Timur Tengah. Selain itu, langkah tersebut juga diambil sebagai upaya membantu mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Gen Z Sulit Beli Properti, Pakuwon: Penjualan Unit Rp1-2 M Turun

06 Feb 2026, 20:19 WIBNews