Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Terluas di Jatim, Banyuwangi Ajukan Lima RS Rujukan Corona ke Pemprov

Terluas di Jatim, Banyuwangi Ajukan Lima RS Rujukan Corona ke Pemprov
Rapat Satgas COVID-19 di Banyuwangi. IDN Times/Istimewa
Share Article

Banyuwangi, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengajukan empat rumah sakit rujukan baru untuk penanganan kasus virus corona (COVID-19) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pengajuan ini sebagai antisipasi penambahan jumlah pasien di daerah.

1. Beberapa RS yang diajukan

Pasien PDP yang meninggal sebelumnya dirawat di RSUD Genteng. IDN Times/Istimewa
Pasien PDP yang meninggal sebelumnya dirawat di RSUD Genteng. IDN Times/Istimewa

Jubir Gugus Tugas COVID-19 dr. Widji Lestariono mengatakan, lima rumah sakit yang diajukan tersebut adalah RSUD Genteng, RS Al Huda, RS Fatimah, RS Bhakti Husada, dan RS Graha Medika. Sebelumnya di Banyuwangi hanya ada satu RS rujukan Covid 19, yakni RSUD Blambangan.

“Saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan positif di Banyuwangi trennya meningkat. Maka daerah perlu menambah jumlah rumah sakit rujukan agar bisa memberikan penanganan secara cepat,” kata Rio sapan akrabnya, saat memberi keterangan di Posko Gugus Tugas COVID-19, Sabtu (11/4).

2. Butuh tambahan RS rujukan karena jadi daerah terluas

Rapat Satgas COVID-19 di Banyuwangi. IDN Times/Istimewa
Rapat Satgas COVID-19 di Banyuwangi. IDN Times/Istimewa

Pertimbangan menambah jumlah rumah sakit rujukan, kata Rio, agar bisa menjangkau wilayah Banyuwangi yang menjadi daerah paling luas di Jawa Timur. Jarak desa dengan pusat kota yang terjauh di Banyuwangi bisa mencapai tiga jam perjalanan. Sejumlah rumah sakit yang diajukan sebagai rujukan berada di wilayah selatan Banyuwangi.


“Apalagi banyak warga Banyuwangi yang diperantauan yang mulai mudik, dari kota-kota besar yang menjadi zona merah. Selain memperkuat koordinasi dengan desa, juga Puskesmas memantau kedatangan pemudik, kami juga harus waspada dan menyiapkan infrastruktur kesehatan terhadap potensi ODP menjadi PDP, bahkan positif,” ujarnya.

3. Sempat kirim dua PDP ke Jember

Ilustrasi virus corona. IDN Times/Arief Rahmat
Ilustrasi virus corona. IDN Times/Arief Rahmat

Pada kesempatan tersebut, Rio menjelaskan terkait dua pasien PDP asal Banyuwangi yang dirujuk ke Kabupaten Jember. Dua pasien tersebut awalnya dirawat di ruang isolasi sebagai PDP di dua rumah sakit swasta yang berbeda di wilayah selatan Banyuwangi.

“Satu rumah sakit menghubungi RS rujukan yakni RSUD Blambangan, namun saat itu ruang isolasi RSUD tengah direnovasi. Akhirnya karena tes swab harus di RS rujukan resmi pemerintah, maka yang terdekat adalah RS di Jember, akhirnya dibawa ke sana demi kecepatan pelayanan. Sedangkan RS Banyuwangi yang merawat pasien PDP lainnya langsung mengirim pasien tersebut ke RS di Jember tanpa berkoordinasi dengan kami,” kata Rio.

Rio memastikan saat ini, RSUD Blambangan telah siap untuk merawat pasien positif COVID-19. 

”Dua PDP yang semula dari RS swasta di Banyuwangi lalu dibawa ke Jember tersebut berdasarkan hasil uji cepat (rapid test) menunjukkan non-reaktif atau negatif. Kondisi pasien baik, dan hari ini serta besok dibawa ke Banyuwangi. Kami akan menerapkan protokol kesehatan selanjutnya,” ujarnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Mohamad Ulil Albab
EditorMohamad Ulil Albab

Latest News Jawa Timur

See More

Viral Pocong, Plh Wali Kota Surabaya: Lebokno Botol Rek!

31 Mei 2026, 20:15 WIBNews