Jambret Turis Jerman Ketahuan Gegara Video Call, Berakhir Ditembak

- Seorang pria berinisial KRHS menjambret iPhone 13 Pro milik turis asal Jerman di kawasan wisata Kota Lama Surabaya pada 3 Mei 2026.
- Wajah pelaku terekam jelas melalui kamera depan ponsel korban yang masih aktif saat video call, sehingga polisi mudah melacak identitasnya.
- Pelaku ditangkap di rumahnya oleh URC Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan ditembak di kedua kakinya karena melawan saat penangkapan.
Surabaya, IDN Times - Aksi nekat menjambret ponsel milik turis asal Jerman di kawasan wisata Kota Lama Surabaya berakhir tragis. Pelaku yang sempat merasa aman usai merampas iPhone 13 Pro korban akhirnya diringkus Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Tak hanya itu, pelaku juga ditembak di kedua kakinya setelah berusaha melawan petugas saat proses penangkapan.
Pelaku berinisial KRHS (26), warga Jalan Bumiarjo, Surabaya, ditangkap di rumahnya setelah polisi mengantongi identitas pelaku dari rekaman yang tak biasa. Wajah pelaku terekam jelas oleh kamera ponsel yang dijambretnya sendiri.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M. Prasetyo mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 3 Mei 2026 saat korban yang merupakan wisatawan asal Jerman tengah menikmati suasana Kota Lama Surabaya.
Korban saat itu berjalan kaki bersama seorang teman dan pemandu wisata di Jalan Karet sambil melakukan panggilan video dengan pacarnya menggunakan iPhone 13 Pro.
"Korban sedang video call sambil berjalan. Saat berada di Jalan Karet, tiba-tiba pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekat dan langsung merampas ponsel korban yang masih dalam kondisi menyala," ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Tanpa disadari pelaku, aksi jambretnya justru meninggalkan jejak penting bagi polisi. Sesaat setelah ponsel direbut, kamera depan masih aktif dan mengarah ke wajah pelaku. Rekaman itu juga sempat terlihat oleh pacar korban yang berada di seberang panggilan video.
"Pacar korban sempat melihat dan merekam tampilan layar yang mengarah ke wajah tersangka. Dari situlah identitas pelaku berhasil kami lacak," kata Prasetyo.
Berbekal rekaman tersebut, URC Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggerebek rumah pelaku. Namun saat hendak diamankan, KRHS berusaha melawan petugas sehingga polisi mengambil tindakan tegas terukur.
"Pelaku sempat melawan saat dibawa petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur pada kedua kakinya," tegasnya.
Prasetyo menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan jalanan, terlebih yang menyasar wisatawan dan mencoreng citra Kota Surabaya sebagai destinasi wisata.
"URC Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berkomitmen memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Surabaya. Setiap pelaku kejahatan akan kami tindak tegas," pungkasnya.


















