Disebut Londo Ireng, Puluhan Wartawan Malang Berdemo

Malang, IDN Times - Media sosial dihebohkan dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto yang menyebut wartawan hingga LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) sebagai londo ireng (Belanda Hitam). Pernyataan ini membuat sejumlah pihak meradang, diantaranya organisasi-organisasi wartawan seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Aliansi Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), hingga Pewarta Foto Indonesia (PFI).
1. Para jurnalis tersinggung dengan frasa londo ireng untuk mereka

Ketua AJI Malang, Benni Indo menjelaskan jika mereka tidak bisa menerima sebutan londo ireng untuk para jurnalis yang sebelumnya disamping Prabowo saat perayaan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beberapa waktu lalu. Menurutnya, sebutan londo ireng identik dengan penjajah, pengkhianat, dan penindas di era kolonial Belanda.
"Aksi kali ini kami lakukan untuk menegaskan bahwa londo ireng itu bukan jurnalis. Saya membawa poster WR Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya, dan dia berlatar belakang jurnalis. Jadi ucapan Prabowo yang menuduh Londo Ireng itu adalah jurnalis, kami bisa artikan bahwa itu juga dituduhkan kepada WR Supratman. Ini sangat tidak baik dan tidak punya empati, dan kami mendesak Presiden untuk meminta maaf," terangnya pada Senin (27/7/2026).
Benni menyebut jika ucapan Prabowo tidak hanya bersifat perundungan, tapi juga bentuk intimidasi pada para jurnalis. Pasalnya pernyataan Presiden RI ini bermakna bahwa para jurnalis bekerja dan memberikan informasi untuk pihak asing.
2. Prabowo telah melecehkan profesi jurnalis melalui ucapannya

Benni melihat jika Prabowo sebagai kepala negara seharusnya melindungi dan membela marwah wartawan. Tapi menurutnya pernyataan londo ireng justru telah melecehkan profesi jurnalis. Alasan inilah yang membuat organisasi wartawan di Malang Raya mengadakan aksi hari ini.
"Karena ucapannya sudah sangat menyinggung dan itu sangat tidak bisa dibiarkan begitu saja. Masyarakat punya hak untuk mendapatkan informasi yang benar. Alih-alih memberikan informasi yang benar, Presiden justru membawa propaganda yang menyudutkan satu atau dua belah pihak. Ini yang kami desak," tegasnya.
3. Presiden Republik Indonesia harus minta maaf pada insan pers

Lebih lanjut, Benni menyampaikan jika aksi yang digelar sejak pukul 10.00 WIB ini menuntut Prabowo untuk menarik ucapannya yang menyebut wartawan sebagai londo ireng. Ia juga meminta Prabowo mencabut pernyataan dan meminta maaf secara langsung kepada insan pers.
Ia juga menyebut kalau pernyataan-pernyataan Prabowo selama ini kontradiktif, ia tidak menyebut secara spesifik siapa pihak asing yang ia lawan. Sehingga menurutnya, pemerintah selalu mencari hal-hal yang menurut mereka benar tetapi tidak mengedukasi masyarakat.
"Seharusnya pemerintah bisa menjelaskan secara transparan terhadap kebijakan-kebijakan, alih-alih menuduh salah satu pihak sebagai antek-antek asing. Jurnalis bekerja untuk asing itu juga menurut saya tidak masuk akal. Karena apa? Kita liputan di Indonesia, terutama teman-teman di daerah untuk memberitakan kepada masyarakat apa yang terjadi di daerah. Saya kira enggak ada kepentingannya untuk asing sejauh ini," pungkasnya.


















