Terisolir Longsor, Warga Sukamade Banyuwangi Kehabisan Makanan

Banyuwangi, IDN Times - Hujan deras hampir sepanjang hari terjadi di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. Banjir dan longsor pun terjadi di beberapa lokasi. Pada hari Jumat (14/10/2022) kemarin, tanah longsor dan pohon tumbang telah memutus seluruh akses ke wilayah Sukamade. Ratusan warga pun harus terisolir karena tidak ada lagi akses jalan yang dapat digunakan.
1. Evakuasi terkendala

Pemukiman di wilayah Sukamade ini terbilang cukup pelosok. Ini karena lokasinya yang sangat jauh dari keramaian dan akses jalan yang ditempuh terbilang cukup sulit. Sebab itulah proses evakuasi reruntuhan longsor dan pohon tumbang terkendala. Kendala juga terjadi karena hujan yang tak kunjung reda serta tidak adanya alat berat.
Kondisi ini tentu sangat berdampak bagi ratusan warga yang terisolir sementara di wilayah Sukamade. Saat ini, beberapa warga yang terisolir sudah mengeluhkan kekurangan bahan pokok sehari-hari. Stok pangan yang ada sudah mulai menipis.
"Aksesnya kan tidak bisa digunakan sementara ini karena tertutup longsor dan pohon besar. Stok makanan di dusun Sukamade mulai menipis," kata Kepala Dusun setempat, Fery Nafaro, Sabtu (15/10/2022).
2. Stok makan cukup bertahan 3 hari lagi

Menurut Fery, di pemukiman wilayah Sukamade menang ada beberapa warung yang menjual berbagai kebutuhan. Namun, warung itu tidak bisa memperbarui stok dagangannya karena akses terputus total. Selain itu, sungai yang biasa dilalui warga saat ini juga kembali meluap. Bahkan untuk menyeberangi menggunakan perahu rakit pun terbilang cukup berbahaya.
Jika mempertimbangkan keadaan saat ini, Fery memprediksi stok makanan warganya hanya cukup untuk bertahan hingga 3 hari ke depan. Dia menjelaskan, ada sedikitnya 298 orang yang terancam kelaparan selama akses jalan tersebut terputus.
"Kalau ini berkelanjutan warga saya bisa kelaparan. Mudah-mudahan bisa segera dibersihkan dan dapat dilalui lagi jalannya," harap Fery.
3. Hujan tak kunjung reda, longsor kembali terjadi

Relawan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Sarongan, Joko Sumaryono melaporkan hari ini kembali terjadi longsor di titik kilometer 6. Lokasi yang tidak jauh dari longsor sebelumnya.
"Material longsor juga menghalangi jalan. Selain itu di Sukamade debit air sungai sangat besar bahkan perahu rakit tidak bisa digunakan karena berbahaya," kata Joko.
Hujan yang terjadi sejak pagi tadi di Kecamatan Pesanggaran juga mengakibatkan sejumlah sungai meluap. Ratusan rumah warga ikut tergenang air hingga ketinggian lutut orang dewasa. Selain itu, banjir juga merendam kantor Kecamatan dan juga beberapa sekolah.
"Karena hujan semakin deras dan kondisi semakin berbahaya, proses evakuasi dan pembersihan terpaksa harus dihentikan hingga situasi dirasa aman," ungkapnya.


















