Tangis Istri Sah Dwi Bagus Martono dalam Proses Rekonstruksi

- MA, istri sah tersangka Dwi Bagus Martono, menangis dan memeluk suaminya saat pra-rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan serta mutilasi DH dan AG di rumah mereka di Madiun.
- Polda Jawa Timur menyatakan MA tidak mengetahui peristiwa yang diduga terjadi di rumah dan halaman belakang tersebut, yang dinilai cukup luas untuk menyembunyikan aktivitas itu.
- Penyidik menelusuri sejumlah lokasi, mencocokkan keterangan tersangka dengan temuan lapangan, serta mengumpulkan bukti untuk mengungkap kronologi dan peran pihak terkait.
Madiun, IDN Times – Tangis seorang perempuan pecah saat tersangka Dwi Bagus Martono alias Tono menjalani pra-rekonstruksi dan mutilasi i terhadap DH (30) dan anaknya, AG (4), di Kota Madiun Selasa (27/10/2026). Perempuan berjilbab dengan pakaian serba hitam tersebut belakangan diketahui adalah MA, istri sah Bagus. Perempuan yang berprofesi sebagai guru itu tampak memeluk suaminya erat. Sambil menangis, dia menengadahkan wajah dan menatap lekat mata Bagus seolah menyampaikan sesuatu.
Pertemuan tersebut berlangsung di rumah mereka di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Momen tersebut pun menyita perhatian di tengah proses penyidikan kasus yang menggemparkan warga Madiun. Terlebih, istri sah Bagus disebut tidak mengetahui dugaan peristiwa yang berkaitan dengan kematian DH dan anaknya, termasuk aktivitas yang diduga berlangsung di halaman belakang rumah mereka.
Dirreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, mengatakan istri sah Bagus tidak mengetahui peristiwa tersebut. “Istri sah memang tidak mengetahui adanya peristiwa ini, memang betul dilakukan di rumahnya dan halamannya cukup luas sehingga bisa menyembunyikannya di belakang dari rumahnya,” ujarnya.
Di balik kasus tersebut, kehidupan rumah tangga Bagus dengan istri sahnya disebut selama ini berjalan harmonis. Keduanya bahkan diketahui baru menunaikan ibadah haji bersama pada 2025.
Namun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai percakapan yang terjadi saat sang istri memeluk Bagus maupun apa yang disampaikannya ketika menatap mata suaminya.
Pra-rekonstruksi di rumah tersebut merupakan bagian dari upaya penyidik mendalami rangkaian peristiwa yang diduga berkaitan dengan kematian Dini dan AGF.
Penyidik menelusuri sejumlah lokasi yang diduga berhubungan dengan perkara tersebut untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan temuan di lapangan. Aktivitas yang diduga berlangsung di halaman belakang rumah juga menjadi bagian yang didalami dalam proses penyidikan.
Polisi masih mengumpulkan bukti dan mendalami kronologi lengkap kasus tersebut guna mengungkap rangkaian kejadian serta peran masing-masing pihak.


















