Tersangka Mutilasi di Madiun Peragakan Adegan Habisi Korban

- Penyidik Polda Jawa Timur menggelar olah TKP lanjutan kasus dugaan pembunuhan dan mutilasi terhadap DH serta anaknya, AGF, di Hotel Mataram Baru dan rumah di Jalan Doho.
- Tersangka Dwi Bagus Martono alias Tono memperagakan adegan di mobil Karimun, termasuk dugaan pencekikan terhadap AGF, untuk memperjelas rangkaian peristiwa penyebab kematian korban.
- Penyidikan masih mendalami kronologi dan bukti, sementara warga Jalan Doho Gang Tentrem menggelar tahlilan tujuh hari sebagai penghormatan serta doa bagi kedua korban.
Madiun, IDN Times – Penyidik Polda Jawa Timur kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi terhadap DH (30) dan anaknya, AGF (4), di Kota Madiun, Selasa (27/10/2026). Dalam proses tersebut, tersangka Dwi Bagus Martono alias Tono memperagakan sejumlah adegan yang didalami penyidik, termasuk dugaan kekerasan terhadap korban di dalam mobil.
Olah TKP dilakukan di dua lokasi, yakni Hotel Mataram Baru, Kota Madiun, dan sebuah rumah di Jalan Doho Gang Tentrem, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo.
Pantauan di lokasi, tersangka terlebih dahulu dibawa ke hotel untuk menjalani pemeriksaan. Setelah itu, penyidik melanjutkan olah TKP di rumah yang berada di Jalan Doho Gang Tentrem.
Di lokasi kedua, tersangka memperagakan sejumlah adegan di dalam mobil Karimun. Salah satu adegan yang didalami berkaitan dengan dugaan tindakan pencekikan terhadap AGF yang masih berusia empat tahun.
Peragaan tersebut untuk membantu penyidik memperjelas rangkaian peristiwa yang menyebabkan kedua korban meninggal dunia. Namun, detail lengkap hasil pemeriksaan dan kesesuaian keterangan tersangka dengan bukti lain belum disampaikan secara terperinci.
Proses olah TKP dipimpin Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur. Sementara itu, pemeriksaan di Hotel Mataram Baru turut difokuskan untuk mendalami peristiwa yang diduga berkaitan dengan pertengkaran antara tersangka dan DH.
Selama proses pemeriksaan di hotel berlangsung, awak media yang berada di sekitar lokasi tidak diperkenankan mendekat. Penyidik melanjutkan pemeriksaan di sejumlah titik untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam pengungkapan kasus tersebut.
Di tengah proses penyidikan, warga Jalan Doho Gang Tentrem menggelar tahlilan untuk mendoakan DH dan anaknya. Kegiatan doa bersama itu telah berlangsung sejak Minggu malam dan direncanakan digelar selama tujuh hari.
Suyoto, salah seorang warga yang menginisiasi kegiatan tersebut bersama lingkungan setempat, mengatakan tahlilan dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada kedua korban.
“Tujuan kita mendoakan arwah yang dibunuh Pak Tono. Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima Allah SWT, dosanya diampuni, dan mendapat kesempurnaan,” ujar Suyoto.
Menurut dia, kegiatan tersebut berawal dari inisiatif pribadi yang kemudian dilaksanakan bersama warga sekitar. Warga berharap doa yang dipanjatkan dapat menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi kedua korban.
Sementara itu, penyidik Polda Jawa Timur mengaku masih mendalami kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi tersebut. Olah TKP lanjutan di sejumlah lokasi menjadi bagian dari upaya mengungkap kronologi kejadian secara utuh, termasuk dugaan kekerasan terhadap AGF di dalam mobil dan rangkaian peristiwa yang menimpa DH.

















