Cuaca Cerah, Tebing 30 Meter di Magetan Mendadak Longsor

- Tebing setinggi 30 meter longsor pada Sabtu malam dan menutup total jalan penghubung Desa Tapak–Sukowidi di Panekan, Magetan, dengan material batu besar serta pohon.
- Longsor diduga terkait saluran pengairan sawah berbahan paralon yang tidak menahan aliran air; akses kendaraan terputus dan jaringan listrik warga di sekitar lokasi padam.
- TNI, Polri, dan BPBD mengerahkan alat berat untuk pembersihan, sementara polisi memasang garis pengaman karena risiko longsor susulan; tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Magetan, IDN Times – Tebing setinggi 30 meter mendadak longsor dan menutup total jalan penghubung Desa Tapak dengan Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026) malam. Longsor yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu menimbun badan jalan dengan material batu besar dan pohon, meski cuaca dilaporkan cerah.
Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan saluran pengairan sawah menggunakan pipa paralon yang tidak mampu menahan aliran air. Akibatnya, akses kendaraan terputus dan jaringan listrik warga padam.
Hingga Minggu (25/10/2026) pagi, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan masih melakukan penanganan. Alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan material longsoran yang menutup jalan.
1. Jalan penghubung dua desa tertutup total

Tebing setinggi 30 meter longsor tutup total jalan penghubung Desa Tapak dengan Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Magetan. (IDN Times/Riyanto) Material longsoran berupa batu-batu besar dan pohon menutup badan jalan penghubung Desa Tapak dengan Desa Sukowidi. Kondisi ini membuat jalur tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat hingga Minggu pagi.
Tebalnya material longsoran juga menghambat proses pembersihan. Petugas harus mendatangkan alat berat agar akses jalan bisa segera dibuka kembali.
2. Jaringan listrik warga padam

Tebing setinggi 30 meter longsor tutup total jalan penghubung Desa Tapak dengan Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Magetan. (IDN Times/Riyanto) Selain menutup jalan, longsor juga menyebabkan jaringan listrik di sekitar lokasi terputus. Kondisi tersebut menambah dampak yang dirasakan warga akibat kejadian pada Sabtu malam.
Kepala Desa Tapak, Sumarno, menduga longsor berkaitan dengan saluran pengairan sawah yang tidak mampu menahan aliran air.
“Pengairan paralon tidak mampu menahan air sehingga longsor. Jalan tertutup dan listrik padam,” ujarnya.
3. Polisi pasang garis pengaman, longsor susulan diwaspadai

Tebing setinggi 30 meter longsor tutup total jalan penghubung Desa Tapak dengan Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Magetan. (IDN Times/Riyanto) Kapolsek Panekan, AKP Mahfud Sidiq, mengatakan polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Garis polisi dipasang untuk membatasi area berbahaya sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan.
“Kita pasang garis polisi karena rawan terjadi longsor susulan. Tinggi tebing 30 meter, lebar sekitar 30 meter, dan jalan terputus. Kita akan kerahkan alat berat,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, petugas masih harus membersihkan material longsoran sebelum jalan penghubung kedua desa dapat kembali dilalui.
Warga di sekitar lokasi diimbau berhati-hati dan menjauhi area tebing selama proses penanganan berlangsung.


















![[WANSUS] Menyingkap Jurus Gus Fawait Atasi Kelangkaan Energi di Jember](https://image.idntimes.com/post/20261023/img-20261022-wa0119_61a88d0d-c177-41ae-9323-f55e9b52d6be_watermarked_idntimes-1.jpg)
