Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tangani Karhutla Jatim, BNPB Kerahkan Dua Armada dari Kalimantan

Kota Surabaya
2 min read
Tangani Karhutla Jatim, BNPB Kerahkan Dua Armada dari Kalimantan
Helikopter untuk tangani Karthula di Jawa Timur. (Dok. BNPB)
  • BNPB mengerahkan helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan dan pesawat operasi modifikasi cuaca dari Kalimantan Barat untuk menangani karhutla di Jawa Timur.

  • Titik kebakaran di Jawa Timur tersebar di Arjuno-Welirang, Argopuro, Gunung Saeang, Bromo/TNBTS, serta TPA Supit Urang di Kota Malang.

  • Per 22 Oktober 2026, sekitar 22.595,70 hektare lahan terbakar di Indonesia masih ditangani; pemerintah juga mendorong sosialisasi, penghentian pembakaran lahan, pencegahan, dan penegakan hukum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim bantuan satu helikopter water booming dan satu pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Timur. Armada tersebut sebelummya beroperasi di Kalimantan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, kebakaran lahan di Jawa Timur tersebar di sejumlah kawasan gunung, yaitu Arjuno-Welirang, Argopuro, Gunung Saeang, Bromo (TNBTS), serta TPA Supit Urang di Kota Malang.

"Upaya operasi di wilayah tersebut diperkuat, Kepala BNPB menambah satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan ke Malang dan satu pesawat OMC dari Kalimantan Barat," ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

Kepala BNPB juga mengarahkan agar penanganan memadukan teknologi seperti OMC dengan kearifan lokal dan upaya spiritual, termasuk Salat Istisqa. Tidak hanya itu, pemerintah daerah diminta memperkuat sosialisasi dan mengimbau masyarakat menghentikan pembakaran lahan.

"Bersama upaya tersebut, penegakan hukum dan pencegahan masih terus dilakukan seiring dengan pemadaman agar kebakaran baru tidak terus muncul ketika petugas masih menangani titik api lainnya," jelasnya.

Berton menyebut, data BNPB per 22 Oktober 2026, total luas lahan kebakaran di seluruh wilayah di Indonesia yang masih dalam penanganan sekitar 22.595,70 hektare. Meliputi 21.404 ha di enam provinsi prioritas dan 1.191,70 ha di luar enam provinsi prioritas.

"Luas lahan terbakar di luar enam provinsi prioritas diperkirakan sekitar 1.243,70 ha. Sekitar 52 ha di antaranya telah padam, sehingga yang masih dalam penanganan sekitar 1.191,70 ha," ungkap dia.

Luasan terbesar berada di Jawa Tengah, yakni Karanganyar sekitar 490 ha dan Gunung Sumbing sekitar 316,20 ha. Wilayah lainnya meliputi Maluku Utara sekitar 179,13 ha, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo, Jawa Timur sekitar 75,37 ha, Sigi di Sulawesi Tengah sekitar 60 ha, serta Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN) sekitar 42 ha. Selebihnya tercatat di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur sekitar 23 ha, Raja Ampat sekitar 23 ha, Mamuju sekitar 20 ha, Tojo Una-Una sekitar 10 ha, dan Minahasa Utara sekitar 5 ha.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More