Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Demonstran Diduga Bawa Molotov dan Sajam Ditangkap Polisi

Kota Surabaya
2 min read
Demonstran Diduga Bawa Molotov dan Sajam Ditangkap Polisi
Aksi demonstrasi di Grahadi. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Sejumlah demonstran diamankan polisi saat aksi di sekitar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, karena diduga membawa bom molotov dan senjata tajam.

  • Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menyatakan jumlah demonstran yang diamankan belum dipastikan; mereka sedang menjalani proses penanganan oleh aparat.

  • Pemerintah memperbolehkan penyampaian aspirasi secara tertib, sementara koordinasi aparat dan Forkopimda disebut menjaga aksi tetap terkendali tanpa insiden besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Sejumlah demonstran ditangkap aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (22/10/2026). Mereka diduga membawa benda berbahaya, mulai dari bom molotov hingga senjata tajam.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono mengatakan, penangkapan dilakukan setelah aparat mendeteksi adanya indikasi pelanggaran aturan dalam aksi demonstrasi. Namun, ia belum dapat memastikan jumlah demonstran yang diamankan.

“Saya belum bisa menyampaikan itu, tapi sudah ada yang memang terindikasi itu langsung diamankan dan sedang dilakukan prosesnya,” ujar Adhy.

Menurut Adhy, aparat telah mengantisipasi aksi tersebut melalui koordinasi dengan sejumlah unsur keamanan, termasuk Polda Jatim, Badan Intelijen Negara (BIN), dan unsur pengamanan Polri. Kapolda Jatim disebut turun langsung untuk mengawal situasi di lapangan.

Adhy menegaskan pemerintah tidak melarang masyarakat, termasuk mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan, menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Namun, ia mengingatkan agar aksi berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun pemerintah.

“Intinya teman-teman mahasiswa dan organisasinya silakan berunjuk rasa, tapi tidak anarkis, tidak berbuat yang merugikan masyarakat maupun pemerintah,” katanya.

Ia menyebut dugaan membawa molotov, senjata tajam, serta tindakan provokatif menjadi hal yang diperhatikan aparat dalam pengamanan aksi. Meski demikian, jumlah orang yang diamankan dan status penanganan mereka masih menunggu keterangan lebih lanjut dari kepolisian.

Adhy menambahkan, koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membantu mengurai situasi di lapangan. Ia bersyukur aksi dapat dikendalikan tanpa insiden besar yang membahayakan.

“Alhamdulillah, kita masih bisa selamat. Tidak ada insiden yang betul-betul kelihatan membahayakan,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More