Kebakaran TPA Supiturang Diduga karena Ada yang Bakar Sampah

Kebakaran TPA Supiturang dilaporkan pukul 13.00 WIB dan diduga berawal dari pembakaran sampah di sisi selatan, lalu percikan terbawa angin hingga membakar sekitar 1 hektare.
Pemadaman terkendala angin kencang yang mempercepat rambatan api pada plastik, kertas, dan styrofoam, serta sulitnya pasokan air akibat musim kemarau.
Sebanyak 50 personel dan berbagai armada tangki dikerahkan, sementara petugas mewaspadai gas metana, ledakan, dan api tersembunyi di bawah tumpukan sampah.
Malang, IDN Times - Api di TPA Supiturang Malang belum bisa dijinakkan oleh Damkar Kota Malang. Api terus meluas membakar tumpukan sampah dinTPA yang beralamat di Kelurahan Supiturang, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
1. Ternyata ini sebab kebakaran di TPA Supiturang

Upaya pemadaman api di TPA Supiturang Malang. (Dok. Damkar Kota Malang) Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno mengungkapkan jika pihaknya menerima laporan kebakaran TPA Supiturang pada pukul 13.00 WIB. Kemudian langsung menerjunkan sebanyak 50 personil untuk melakukan pemadaman.
"Penyebabnya adalah kemungkinan ada wilayah selatan ada orang bakar sampah, sehingga percikannya karena tiupan angin itu lari ke arah utara. Setelah dilakukan pembasahan dari sisi selatan, sehingga sudah mulai mati apinya. Namun yang sisi barat bawah ini muncul titik api baru," terangnya.
Hingga saat ini, dilaporkan api telah membakar seluas 1 hektare tumpukan sampah. Ia mengungkapkan api dengan cepat menyebar karena tiupan angin kencang.
2. Angin kencang dan sulitnya air jadi penyebab api sulit dikendalikan

Upaya pemadaman api di TPA Supiturang Malang. (Dok. Damkar Kota Malang) Prayitno menjelaskan jika dalam upaya pemadaman ini, angin kencang menjadi kendala dalam proses pemadaman, pasalnya angin membuat api semakin cepat merembet ke bahan mudah terbakar seperti plastik, kertas, hingga styrofoam. Kemudian musim kemarau menyebabkan akses air sulit didapat, mobil damkar harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk mencari air.
"Pasokan air yang mungkin butuh dukungan dari berbagai unsur agar bisa segera menangani ini, dari dari Kabupaten (Malang) juga sudah mengirimkan 2 tangki, dan mungkin harapan kami setelah sore ini dari Rantis Polri Brimob bisa bergabung bersama Brawijaya dan Bentoel," bebernya.
3. Damkar Kota Malang waspadai gas metana di TPA Supiturang

Upaya pemadaman api di TPA Supiturang Malang. (Dok. Damkar Kota Malang) Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan menyampaikan kalau pihaknya mengerahkan 50 personel dan 6 kendaraan tanki untuk mengatasi kebakaran di TPA Supiturang. Mereka juga mendapat dukungan dari Damkar Kabupaten Malang yang membawa 2 kendaraan tanki, kemudian juga armada tangki dari Dinas Lingkungan Hidup serta PDAM. Mereka juga masih menunggu perbantuan dari Damkar Brawijaya dan Damkar PT Bentoel.
Tapi yang paling menjadi kekhawatiran mereka adalah keberadaan Gas Metana yang terbentuk secara alami dari tumpukan sampah. Pasalnya gas metana ini bisa memicu api menjadi lebih besar.
"Karena tumpukan sampah ini mengandung gas metana, tadi beberapa kali juga sempat terjadi suara ledakan. Kemudian tumpukan sampah ini jika kita padamkan, atasnya sudah padam, namun masih terkandung hidden fire atau api-api tersembunyi yang kita masih belum tahu berapa kedalamannya di bawah permukaan tanah atau permukaan tumpukan," pungkasnya.



















