Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Khofifah Upayakan Helikopter Water Bombing di Karhutla Tahura Soerjo

Kab. Pasuruan
3 min read
Khofifah Upayakan Helikopter Water Bombing di Karhutla Tahura Soerjo
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai rakor karhutla Tahura Soerjo. Dok. Pemprov Jatim.
  • Gubernur Khofifah mengupayakan helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman karhutla di Tahura Raden Soerjo, yang masih memiliki 92 titik panas dan medan pegunungan sulit dijangkau.

  • Sebanyak 493 personel gabungan menangani kebakaran pada 13–19 Oktober 2026. Operasi harus memperhatikan angin, perkembangan api, dan keselamatan, setelah insiden di Bromo menewaskan lima relawan.

  • Kebakaran merusak 10.260 meter pipa air bersih di tiga desa Pasuruan. Pemerintah menyiapkan distribusi air, pemulihan sumber air, serta mengajak warga mencegah pembakaran dan melaporkan api.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasuruan, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengupayakan dukungan helikopter untuk melakukan water bombing atau pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari udara di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Langkah ini didorong untuk mempercepat penanganan kebakaran di tengah sulitnya medan pegunungan dan masih terdeteksinya 92 titik panas atau hotspot.

Khofifah menyampaikan upaya permohonan bantuan helikopter itu saat meninjau langsung penanganan karhutla di posko Tahura Raden Soerjo, Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa (20/10/2026) malam. "Kita sudah mengomunikasikan agar mendapatkan perbantuan heli untuk melakukan water bombing. Saya rasa kalau ada water bombing kita bisa lebih efektif, dan tentu hujan," ujar Khofifah seusai memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla.

Khofifah menambahkan, dukungan pemadaman dari udara diharapkan dapat memperkuat upaya petugas di lapangan, terutama untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat. Namun, pengerahan personel dan strategi pemadaman tetap harus mempertimbangkan kondisi medan, perkembangan api, serta arah dan kecepatan angin.

Khofifah bilang, percepatan pemadaman tidak boleh mengabaikan keselamatan petugas dan relawan. Ia mengingatkan seluruh unsur yang terlibat agar meningkatkan kewaspadaan, terlebih penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo sebelumnya telah menelan korban enam relawan, dengan lima orang meninggal dunia dan satu orang masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. "Kita semua berduka. Ada enam relawan terdampak, lima meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un," ujarnya.

Khofifah menuturkan, angin kencang menjadi salah satu faktor yang membuat situasi kebakaran sulit diprediksi. Koordinasi antara Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, pemerintah daerah, serta jajaran TNI-Polri harus diperkuat untuk memastikan operasi pemadaman berjalan aman dan efektif.

Berdasarkan laporan Dinas Kehutanan Jawa Timur, sebanyak 493 personel gabungan terlibat dalam penanganan karhutla selama periode 13–19 Oktober 2026. Personel tersebut terdiri atas polisi kehutanan, Manggala Agni, BPBD, Polri, penyuluh kehutanan, MPA, relawan, dan masyarakat setempat yang bertugas di wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Di tengah upaya pemadaman, dampak kebakaran juga menjadi perhatian karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Laporan penanganan mencatat 10.260 meter jaringan pipa air bersih terdampak atau rusak di tiga desa penyangga di Kabupaten Pasuruan, yakni Desa Tambaksari sepanjang 4.000 meter, Desa Jatiarjo 3.750 meter, dan Desa Dayurejo 2.510 meter.

Khofifah menegaskan bahwa penanganan karhutla harus berjalan beriringan dengan perlindungan sumber air dan pemenuhan kebutuhan air bersih warga. Untuk jangka pendek, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan, sedangkan pemulihan jangka panjang diupayakan melalui sumur bor atau penyaluran air dari sumber yang memungkinkan.

Selain mengupayakan bantuan helikopter, Khofifah berharap hujan segera turun untuk membantu meredakan kondisi kawasan yang terdampak kebakaran. Ia juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual melalui salat istisqa. Ajakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Pelaksanaan Salat Istisqa’, yang ditandatangani pada 20 Oktober 2026.

Khofifah berharap upaya pemadaman, mitigasi, dan perlindungan kawasan hutan dapat dilakukan secara terpadu. Dengan luas 27.868,30 hektare dan memiliki 57 desa penyangga, Tahura Raden Soerjo merupakan kawasan strategis yang menopang keanekaragaman hayati sekaligus keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di dalam maupun sekitar kawasan hutan dan segera melaporkan apabila menemukan api atau asap.

“Yang kita perjuangkan adalah keselamatan manusia dan keberlanjutan kehidupan. Petugas harus terlindungi, warga harus aman, dan sumber air harus tetap terjaga. Inilah tanggung jawab bersama yang harus kita jalankan dengan gotong royong,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More