Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BISA 2026: Inovasi Perusahaan AS Bantu Pertanian dan Energi Jatim

Kota Surabaya
3 min read
BISA 2026:  Inovasi Perusahaan AS Bantu Pertanian dan Energi Jatim
Diskusi panel bertajuk “Inovasi untuk Masa Depan Jawa Timur: Bagaimana Perusahaan AS Mendukung Pertumbuhan, Talenta, Daya Saing, dan Ketangguhan Jawa Timur” di Kampus C Unair, Selasa (20/10/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Laporan BISA 2026 mencatat 91 inisiatif dari 43 perusahaan AS di Indonesia sepanjang Januari 2020–Januari 2026, dengan nilai terungkap sekitar US$24,8 miliar dari 28 inisiatif.

  • Secara nasional, program tersebut menjangkau 10,7 juta penerima manfaat, mendukung 8.000 konservasionis, hampir 3.000 UMKM, sekitar 1 juta pengguna digital, dan lebih dari 80.000 UKM.

  • Di Jawa Timur, EMCL mengembangkan pertanian berkelanjutan di Bojonegoro, sementara APL memasang PLTS atap yang memasok sekitar 30 persen kebutuhan listrik puncak siang hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Laporan Bisnis AS untuk Indonesia (BISA) 2026 menyampaikan soal kontribusi inovasi perusahaan Amerika Serikat (AS) terhadap pembangunan, di Jawa Timur. Inovasi tersebut meliputi pertanian untuk memperkuat tantangan iklim, serta penerapan teknologi terbarukan berupa panel surya untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon.

Didukung oleh Kedutaan Besar AS di Indonesia, Laporan BISA 2026 mengidentifikasi 91 inisiatif inovasi dari 43 perusahaan AS di Indonesia selama Januari 2020 hingga Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 28 inisiatif mengungkapkan nilai moneter dengan total sekitar USD 24,8 miliar, mencakup investasi, pendanaan program, hibah, dan nilai produksi.

Senior Director for Strategic Initiatives & ASEAN, US-ASEAN Business Council (USABC), Angga Antagia mengatakan, inisiatif-inisiatif tersebut mencakup berbagai sektor, termasuk teknologi digital dan keamanan siber, energi, pertambangan dan minyak dan gas, pertanian, serta jasa keuangan dan teknologi finansial.

"Secara nasional, inisiatif yang tercatat telah menjangkau sekitar 10,7 juta penerima manfaat melalui berbagai program pengembangan talenta. Inisiatif terkait ketahanan ekonomi dan lingkungan turut mendukung sekitar 8.000 konservasionis dan hampir 3.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ujarnya dalam diskusi panel bertajuk “Inovasi untuk Masa Depan Jawa Timur: Bagaimana Perusahaan AS Mendukung Pertumbuhan, Talenta, Daya Saing, dan Ketangguhan Jawa Timur” di Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Selasa (20/10/2026).

Sementara itu, inisiatif untuk meningkatkan daya saing bisnis telah menjangkau sekitar 1 juta pengguna digital dan lebih dari 80.000 Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Seperti misalnya perusahaan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Bojonegoro mengembangkan program Bojonegoro Smart Agriculture Farmers Field School lagi untuk memperkuat praktik pertanian berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan petani terhadap tantangan terkait iklim.

"Inisiatif ini mencakup pengembangan bibit padi lokal, pembangunan stasiun pengamatan cuaca yang terintegrasi dengan jaringan nasional, serta pengembangan, produksi, dan pemanfaatan pupuk dan pestisida organik untuk meningkatkan produktivitas," jelasnya.

Kemudian ada juga PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), bagian dari Zuellig Pharma, Perusahaan Farmasi AS memasang sistem fotovoltaik (PV) surya atap 202,2 kWp di fasilitasnya di Jawa Timur untuk mengurangi ketergantungan pada listrik grid konvensional dan meningkatkan ketahanan energi jangka panjang. Sistem yang terintegrasi dengan jaringan PLN tersebut mampu memasok sekitar 30 persen kebutuhan listrik pada beban puncak siang hari sehingga mendukung model pasokan energi hibrida yang lebih efisien.

"PLTS atap tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 292.237 kWh listrik terbarukan setiap tahun sekaligus mengurangi emisi karbon sekitar 264 tCO₂e per tahun," ungkap dia.

Kedua inisiatif tersebut menjadi contoh bagaimana inovasi perusahaan AS dapat mendukung prioritas pembangunan di Jawa Timur. Melalui Roadshow Laporan BISA 2026 di Surabaya, USABC mendorong dialog mengenai peran inovasi, pengembangan talenta, dan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha, serta perguruan tinggi dalam memperkuat pertumbuhan dan daya saing daerah.

Acara ini dibuka oleh Prof. Muhammad Miftahussurur, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR), serta menghadirkan diskusi panel bersama perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur, UNAIR, dan EMCL.

“Kami berharap kisah dan praktik baik dari Jawa Timur ini dapat menginspirasi lebih banyak inisiatif serupa di berbagai daerah di Indonesia. USABC akan terus mendukung sinergi antara sektor publik dan swasta untuk memperkuat pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan meningkatkan daya saing daerah,” tutup Angga.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More