Nasib 4 Anak Lu’luatun Bikin Haru, Donasi Warganet Tembus Rp60 Juta

Donasi warganet untuk empat anak Lu’luatun Nikmah, ibu tunggal asal Ponorogo yang meninggal, telah mencapai lebih dari Rp60 juta dan masih dalam proses rekapitulasi.
Dana hasil penggalangan ditujukan untuk kebutuhan hidup serta pendidikan empat anak Lu’luatun; tiga tinggal di pesantren, sementara anak bungsu berusia sekitar 3,5 tahun.
Penggalangan muncul setelah video Lu’luatun terkulai di motor saat membawa anak ke bidan viral; ia berjuang membesarkan anak-anak sejak suaminya meninggal dua tahun sebelumnya.
Ponorogo, IDN Times – Donasi untuk empat anak Lu’luatun Nikmah, ibu tunggal yang meninggal dunia di atas sepeda motor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mencapai lebih dari Rp60 juta. Penggalangan dana yang dilakukan sejumlah pegiat media sosial ini ditujukan untuk membantu kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.
Pegiat media sosial, Maya Nikasari, mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses rekapitulasi donasi belum selesai. “Jumlahnya belum tahu pasti ya, Mas, sekitar Rp60 juta lebih karena rekapannya belum selesai sepenuhnya,” ujar Maya saat diwawancarai, Selasa (20/10/2026).
Maya berharap dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama untuk menjamin keberlanjutan pendidikan keempat anak Lu’luatun.
Menurut keterangan Maya, anak sulung Lu’luatun saat ini duduk di kelas 6 sekolah dasar, sedangkan anak bungsunya berusia sekitar 3,5 tahun. Tiga dari empat anak tersebut sehari-hari tinggal di pondok pesantren di wilayah Kadipaten. Sementara itu, satu anak lainnya masih tinggal di rumah dan direncanakan menyusul masuk pesantren pada tahun depan.
Penggalangan dana ini dilakukan setelah kisah Lu’luatun menjadi perhatian publik di media sosial. Video yang memperlihatkan dirinya terkulai di atas sepeda motor di tepi jalan, sementara putra bungsunya berada di sampingnya, viral dan mengundang simpati warganet.
Lu’luatun meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2026) di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, tepatnya di Desa Gombang, Kecamatan Slahung, saat dalam perjalanan untuk memeriksakan anaknya ke bidan.
Sejak suaminya meninggal dunia sekitar dua tahun lalu, Lu’luatun diketahui berjuang menghidupi keempat anaknya. Kini, bantuan dari warganet diharapkan dapat meringankan kebutuhan mereka dan mendukung pendidikan hingga masa depan.


















