Karhutla Menghimpit Jatim, Khofifah Terbitkan SE Salat Istisqa

Gubernur Khofifah menerbitkan surat edaran pelaksanaan salat istisqa di Jawa Timur, menyasar pemerintah daerah, organisasi Islam, pesantren, dan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.
Hingga awal Oktober 2026, 25 kabupaten/kota di Jatim berstatus darurat kekeringan; pemerintah diminta memastikan air bersih sambil mengajak penghematan air, doa, istigfar, dan sedekah.
Karhutla di Tahura Raden Soerjo turut merusak 10.260 meter pipa air di Pasuruan; pemerintah menyiapkan distribusi air, pemulihan pipa, sumur bor, serta mengupayakan helikopter water bombing.
Surabaya, IDN Times - Di tengah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah dan kebakaran hutan yang masih mengancam kawasan pegunungan Jawa Timur (Jatim), Gubernur Khofifah Indar Parawansa memperkuat ikhtiar spiritual dengan mengajak masyarakat menggelar salat istisqa secara masif.
Ajakan tersebut kini tidak lagi sebatas seruan lisan. Khofifah telah menandatangani Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Salat Istisqa’, yang ditetapkan di Surabaya pada 20 Oktober 2026.
Surat edaran itu ditujukan kepada bupati dan wali kota se-Jatim, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta pimpinan pondok pesantren. Pemerintah daerah diminta menggerakkan dan memfasilitasi pelaksanaan salat istisqa di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan, terutama di wilayah terdampak kekeringan.
"Kemarin-kemarin sifatnya seruan lisan, tapi hari ini saya menandatangani surat edaran kepada pesantren, pimpinan organisasi Islam, Dewan Masjid, MUI, untuk bisa menyelenggarakan salat istisqa secara lebih masif, mohon kepada Allah untuk menurunkan hujan yang manfaat dan membawa rahmat," ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Langkah tersebut diambil ketika persoalan kekeringan berkelindan dengan ancaman karhutla. Kondisi kawasan hutan yang kering meningkatkan tantangan penanganan kebakaran, sementara masyarakat di sejumlah wilayah juga menghadapi persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih.
Dalam surat edaran disebutkan bahwa hingga awal Oktober 2026, sebanyak 25 kabupaten/kota di Jatim telah menetapkan status kedaruratan kekeringan. Khofifah meminta pelaksanaan salat istisqa melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, takmir masjid, pondok pesantren, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat luas.
Selain salat istisqa, masyarakat juga diajak memperbanyak istigfar, sedekah, dan doa memohon turunnya hujan. Ikhtiar spiritual tersebut perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan dan menghemat penggunaan air.
Surat edaran itu juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan masyarakat dalam membantu warga yang terdampak kekeringan, khususnya untuk memastikan ketersediaan air bersih. Waktu dan teknis pelaksanaan salat istisqa diserahkan kepada masing-masing daerah dengan mempertimbangkan situasi, kondisi, dan kearifan lokal.
Harapan turunnya hujan juga menjadi perhatian di tengah penanganan karhutla di kawasan Tahura Raden Soerjo. Saat meninjau posko penanganan kebakaran di Hutan Cempaka, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Khofifah menyebut pihaknya tengah mengupayakan bantuan helikopter untuk mendukung pemadaman melalui water bombing.
Menurut dia, dukungan tersebut diharapkan membuat penanganan kebakaran lebih efektif. Namun, selain mengandalkan upaya pemadaman, hujan juga menjadi salah satu faktor yang diharapkan membantu meredakan kondisi kawasan yang terbakar.
Di sisi lain, dampak kebakaran telah menjalar hingga mengganggu jaringan air bersih masyarakat. Sebanyak 10.260 meter pipa air dilaporkan terdampak atau rusak di Desa Tambaksari, Jatiarjo, dan Dayurejo, Kabupaten Pasuruan.
Pemerintah daerah menyiapkan langkah pemenuhan air bersih, mulai dari distribusi air untuk kebutuhan jangka pendek hingga penjajakan sumur bor dan pemulihan jaringan pipa untuk jangka panjang.
Khofifah menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih harus tetap menjadi perhatian, bersamaan dengan perlindungan sumber air dan daerah tangkapan air di kawasan hutan.
Sementara itu, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan Khofifah, hujan diperkirakan turun pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027. Upaya mitigasi kekeringan dan karhutla tetap harus dilakukan secara maksimal sembari menunggu perubahan kondisi cuaca.
Melalui penerbitan surat edaran tersebut, Pemprov Jatim mendorong gerakan bersama yang memadukan doa, kepedulian sosial, penghematan air, dan langkah nyata membantu masyarakat terdampak kekeringan.
Khofifah berharap hujan yang turun nantinya membawa manfaat dan rahmat bagi masyarakat Jatim, sekaligus membantu pemulihan kondisi lingkungan yang terdampak kekeringan dan kebakaran hutan.




















