Hidup Makin Sulit, Aliansi Rakyat Berdemo di DPRD Kota Malang

Ratusan anggota Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu berdemo di depan DPRD Kota Malang, menilai berbagai kebijakan pemerintah memperberat kehidupan warga.
Demonstran menyoroti kenaikan harga ayam, telur, dan cabai serta kelangkaan BBM, lalu menuntut kebijakan pemerintah untuk menekan biaya hidup.
Aksi memasang baliho pemerintahan Prabowo-Gibran untuk dilindas kendaraan; peserta juga menuntut tanggung jawab atas dugaan keracunan program MBG di Malang.
Malang, IDN Times - Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kota Malang pada Rabu (21/20/2026). Mereka berdemo karena merasakan dampak dari berbagai kebijakan pemerintah yang dirasa justru memberatkan kehidupan rakyat.
1. Masyarakat berdemo karena hidup dirasa makin sulit

Demo Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu di Kantor DPRD Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi) Salah seorang demonstran, Wahyudi mengungkapkan jika ia ikut melakukan aksi pada sore hari ini karena merasakan hidup makin sulit. Menurutnya harga-harga bahan pokok makin mahal, membuat biaya hidup semakin meningkat. Oleh karena itu, ia menuntut pemerintah untuk membuat kebijakan untuk menekan harga-harga bahan pokok.
"Sekarang harga ayam, telur, bahkan cabai melambung. Terus sekarang BBM juga semakin langka. Jadi WNI saat ini rasanya sangat sulit sekali," ujarnya.
Wahyudi mengatakan jika sudah lama menunggu adanya demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi di Malang. Jadi ia secara khusus mengajukan ijin pulang lebih awal dari pekerjaannya sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan.
2. Demo diwarnai aksi melindas baliho Prabowo-Gibran

Demo Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu di Kantor DPRD Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi) Ada yang unik dalam aksi sore hari ini, Alun-alun Tugu tidak ditutup seperti demo-demo biasanya. Para demonstran tetap membuka jalan dan memasang baliho "2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di aspal Jalan Tugu agar dilindas para pengendara.
Para pengendara juga kompak membunyikan klakson selama melewati massa aksi sebagai bentuk dukungan. Kondisi ini menyebabkan para demonstran semakin bersemangat dan lantang dalam menyuarakan tuntutan.
3. Program-program pemerintah dianggap menyengsarakan rakyat

Demo Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu di Kantor DPRD Kota Malang. (IDN Times/Rizal Adhi) Demonstran lain, Sulistyani mengaku anaknya menjadi korban keracunan MBG di Kota Malang. Oleh karena itu, ia ikut demo hari ini karena menuntut tanggung jawab Prabowo-Gibran atas program mereka.
"Anak saya menjadi korban keracunan, jadi sudah seharusnya program ini dihentikan. Tapi ini malah kok dilanjutkan terus tanpa rasa bersalah," tegasnya.





















