Hari Santri Nasional, Katib PCNU Magetan Ingatkan Jangan Sampai Konflik Hambat Organisasi

Katib PCNU Magetan Nur Wakhid meminta persoalan pascamuktamar NU diselesaikan secara baik dan mengedepankan kebersamaan agar tidak menghambat perjalanan organisasi.
Ia menekankan sinergi NU dan pondok pesantren perlu terus diperkuat demi keberlangsungan organisasi, perkembangan keduanya, serta kontribusi bagi masyarakat.
Peringatan HSN 2026 Magetan di Ponpes Roudhotul Huda diikuti lebih dari seribu santri, menampilkan apel, teatrikal Resolusi Jihad, pencak silat, dan tarian.
Magetan, IDN Times – Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Magetan, Nur Wakhid, berharap persoalan yang muncul setelah pelaksanaan Muktamar NU dapat diselesaikan secara baik-baik. Meski rangkaian kegiatan telah usai, ia mengingatkan agar persoalan yang berkembang tidak sampai menghambat perjalanan organisasi.
Pesan tersebut disampaikan Nur Wakhid saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pondok Pesantren Roudhotul Huda, Desa Kedungpanji, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Kamis (22/10/2026).
Saat ditanya mengenai kondisi organisasi setelah muktamar, Nur Wakhid mengakui bahwa selesainya pelaksanaan kegiatan bukan berarti seluruh persoalan telah tuntas. Karena itu, ia berharap berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan dengan mengedepankan kebersamaan. “Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara baik. Jangan sampai persoalan yang terjadi ini menjadi penghambat perjalanan organisasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara NU dan pondok pesantren untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Menurutnya, kebersamaan perlu terus diperkuat agar keduanya dapat berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.
Peringatan HSN 2026 tingkat Kabupaten Magetan dipusatkan di Ponpes Roudhotul Huda dan diikuti lebih dari seribu santri dari berbagai organisasi. Apel dipimpin Ketua PCNU Magetan, KH Nursanto, dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Selain apel, peringatan Hari Santri dimeriahkan dengan teatrikal Resolusi Jihad yang menggambarkan perjuangan melawan penjajah, pertunjukan pencak silat, serta berbagai tarian yang menampilkan kemampuan para santri.
Momentum Hari Santri tersebut diharapkan menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat peran pesantren dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjaga agar dinamika internal organisasi tidak menghambat perjuangan bersama.




















