Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kampus di Surabaya Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan

Kota Surabaya
2 min read
Kampus di Surabaya Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan
Umsura saat menggelar salat meminta hujan, Jumat (23/10/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Universitas Muhammadiyah Surabaya menggelar salat istisqa pada 23 Oktober 2026 untuk memohon hujan di tengah suhu Surabaya yang mencapai 38 derajat Celsius.

  • Kegiatan ini ditujukan untuk menyejukkan Surabaya serta membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di Jawa Timur dan sejumlah wilayah Indonesia.

  • Rektor Umsura Mundakir menyebut salat istisqa sebagai ikhtiar keimanan sesuai tuntunan Islam, sementara BMKG Jawa Timur memprediksi musim hujan dimulai pada Desember 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menggelar salat Istisqa untuk meminta hujan, Jumat (23/10/2026). Salat digelar agar hujan segera turun sehingga bisa meredam suhu panas di Kota Surabaya dan membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jawa Timur

Cuaca Kota Surabaya memang terasa panas beberapa hari terakhir. Bahkan, suhunya mencapai 38 derajat celsius di siang hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur memprediksi musim hujan tahun ini dimulai pada Desember 2026. Sementara, titik-titik karhutla di Jawa Timur saat ini masih belum mereda.

Rektor Umsura, Prof. Mundakir, mengatakan bahwa pelaksanaan salat istisqa dilatarbelakangi kondisi cuaca panas yang dirasakan masyarakat, khususnya di Surabaya dan sejumlah wilayah di Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, Umsura berharap hujan segera turun untuk menyejukkan udara sekaligus membantu mengatasi karhutla yang masih terjadi di Kalimantan, Sumatra, dan wilayah lainnya.

“Salat istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan ekspresi keimanan kami sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan. Di tengah suhu udara yang semakin panas, kita membutuhkan hujan untuk menciptakan kondisi yang lebih sejuk. Selain itu, kita juga melihat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia yang hingga kini masih menjadi persoalan,” ujar Mundakir.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama seluruh civitas akademika Umsura dapat dikabulkan Allah SWT. Menurutnya, harapan atas turunnya hujan tidak hanya ditujukan bagi Surabaya, tetapi juga bagi wilayah yang terdampak karhutla agar kondisi lingkungan berangsur pulih.

Mundakir menegaskan, salat istisqa merupakan bagian dari tuntunan Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika masyarakat menghadapi kekeringan dan membutuhkan hujan. Semangatnya adalah menghidupkan kembali tuntunan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

"Ketika hujan belum turun dan masyarakat membutuhkan air, kita dianjurkan untuk memohon kepada Allah melalui salat istisqa. Harapannya, ikhtiar ini menjadi jalan agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More